Sebelas Hal yang Dapat Membatalkan Shalat

11
71934

BincangSyariah.Com – Minimal dalam sehari semalam, umat Muslim akan melaksanakan shalat lima kali. Shubuh, Dhuhur, Asar, Maghrib dan Isya’. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan shalat atau hal yang membuat shalatnya tidak sah.

Imam Abu Syuja’ di dalam kitabnya Taqrib berkata sebagaimana berikut.

والذي يبطل الصلاة أحد عشر شيئا: الكلام العمد والعمل الكثير المتوالي والحدث وحدوث النجاسة وانكشاف العورة وتغير النية واستدبار القبلة والأكل والشرب والقهقهة والردة.

Hal yang membatalkan shalat itu ada sebelas perkara. Berbicara dengan sengaja, melakukan aktifitas (selain gerakan shalat) dengan banyak dan berturut-turut, hadas, adanya najis, terbukanya aurat, berubahnya niat, membelakangi kiblat, makan, minum, tertawa terbahak-bahak serta murtad.

Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat dipahami bahwa hal yang membatalkan shalat itu ada sebelas.

Pertama. Berbicara dengan sengaja. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muawiyah bin Hakam As-Sulami r.a. bahwasannya Nabi saw. bersabda.

“إِنَّ هَذِهِ الصَّلاَةَ لاَ يَصْلُحُ فِيهَا شَىْءٌ مِنْ كَلاَمِ النَّاسِ إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ”. رواه مسلم.

Sungguh shalat ini tidak pantas di dalamnya terdapat sesuatu dari perkataan manusia. Perkataan yang pantas hanyalah tasbih, takbir dan bacaan Al-Qur’an. (HR. Muslim).

Kedua. Melakukan aktifitas/gerakan atau perbuatan yang banyak dan dilakukan berturut-turut. Seperti berjalan tiga langkah dengan sengaja atau karena lupa. Adapun jika gerakan itu sedikit, maka tidak membatalkan shalat.

Ketiga. Berhadas. Baik hadas kecil atau besar. Yakni misalnya di tengah shalat dia kentut, maka dia berhadas kecil dan shalatnya batal. Atau ada seorang muslimah yang di tengah melaksanakan shalat keluar darah haid, maka shalatnya seketika itu batal. Hal ini dikarenakan syarat sahnya shalat adalah suci dari hadas.

Baca Juga :  Empat Adab Sebelum Tidur Malam Menurut Kiai Sholeh Darat

Keempat. Terkena najis. Di mana najis yang mengenainya tidak tergolong najis yang dimaafkan/ditolerir (baca macam-macam najis yang dimaafkan). Jadi, jika tiba-tiba di tengah shalat bajunya atau mukenanya terkena najis yang basah misalnya kotoran cicak yang masih basah, maka shalatnya batal. Tetapi jika najis itu kering, dan ia langsung mengibaskan bajunya seketika sehingga hilang najisnya, maka shalatnya tidak batal.

Kelima. Terbukanya aurat dengan sengaja yakni sejak awal dia tahu bahwa auratnya ketika shalat akan terlihat atau di tengah shalat auratnya terlihat tapi tidak langsung dibenahi. Namun, jika terbukanya aurat itu disebabkan angin, lalu ia langsung menutupinya seketika, maka shalatnya tidak batal.

Keenam. Berubah niatnya. Yakni di tengah shalat dia berniat keluar dari shalat, maka shalatnya seketika itu batal.

Ketujuh.  Membelakangi kiblat. Maka, hal ini jelas membatalkan shalat, karena syarat sah sebelum melaksanakan shalat adalah menghadap kiblat.

Kedelapan dan kesembilan.  Makan dan minum. Meskipun hanya sedikit saja. Kecuali jika ia tidak tahu akan keharamannya seperti bagi orang yang baru masuk Islam.

Kesepuluh. Tertawa terbahak-bahak. Atau tertawa biasa. Di dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafii disebutkan bahwa tertawanya sampai seperti mengeluarkan dua huruf secara jelas meskipun tidak memahamkan. Adapun jika tertawanya sedikit yang tidak terdengar kecuali satu huruf saja, atau tidak terdengar hurufnya maka tidak batal. Begitu pula dengan tersenyum tidak membatalkan shalat.

Kesebelas. Murtad. Yakni keluar dari agama Islam baik dari ucapannya maupun tindakannya.

Demikianlah sebelas hal yang dapat membatalkan atau menjadikan tidak sahnya shalat seorang muslim. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

11 KOMENTAR

  1. Hal hal nya ada sebelas dan pendapat saya bagus sekali,,terima kasih sudah membantu saya dalam mengerjakan agama islam

  2. Saya mau bertanya.apakah benar dalam sholat kita tetap bisa melanjutkannya walaupun kita merasa seperti mau kentut tetapi tidak mengeluarkan bau dan bunyi yang d dgr oleh diri sendiri mau pun org lain sesungguhnya itu adalah tipu daya setan untuk menggangu konsentrasi.apakah bnr pembahasan seperti itu mohon petunjuknya terimakasih assalamualaikum..

  3. Saya mau bertanya.apakah benar dalam sholat kita tetap bisa melanjutkannya walaupun kita merasa seperti mau kentut tetapi tidak mengeluarkan bau dan bunyi yang d dgr oleh diri sendiri mau pun org lain sesungguhnya itu adalah tipu daya setan untuk menggangu konsentrasi.apakah bnr pembahasan seperti itu mohon petunjuknya terimakasih assalamualaikum..

  4. saya ingin bertanya apakah jika kita kentut tetapi kita tidak bisa keluar karenA penuh saf.
    kayak mana caranya terima kasih.

  5. Jika kita shalat terus kaya ada yg bisikin batalkan saja shalatnya tapi bukan dari dirikita sendiri apakah itu juga merusak niat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here