Sebaiknya Mengeringkan Anggota Tubuh Bekas Air Wudhu Atau Tidak?

0
71

BincangSyariah.Com – Berwudhu merupakan salah satu syarat bersuci sebelum melaksanakan ibadah shalat. Kita tentu pernah atau bahkan sering melihat orang mengeringkan atau mengelap anggota tubuh bekas wudhu. Lantas, sebaiknya mengeringkan angggota tubuh bekas air wudhu atau tidak?

Sebagian orang beranggapan bahwa kita tidak boleh mengeringkan angggota tubuh bekas air wudhu menggunakan kain dan semacamnya. Hal ini mengingat salah satu keutamaan air wudhu adalah membersihkan dosa, sebagaimana hadis dalam kitab Shahih Muslim sebagai berikut :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ – أَوِ الْمُؤْمِنُ – فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلاَهُ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah bersabda ‘Jika seorang hamba yang muslim atau mukmin berwudhu, ketika dia membasuh wajahnya, maka keluarlah dari wajahnya tersebut semua kesalahan yang dilakukan oleh pandangan matanya bersama dengan (tetesan) air atau tetesan air terakhir (yang mengalir darinya). Ketika dia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya tersebut semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama dengan (tetesan) air  atau tetesan air terakhir (yang mengalir darinya). Ketika dia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dari kedua kakinya tersebut semua kesalahan yang dilakukan (dilangkahkan) oleh kedua kakinya, bersama dengan (tetesan) air atau tetesan air terakhir (yang mengalir darinya), sehingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa (dosa kecil).” (Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi, Shahih Muslim, jus 1 hal 148)

Berbicara perihal hukum mengeringkan anggota tubuh setelah berwudhu, para ulama berbeda pendapat. Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (j.1 h.355) menerangkan sebagai berikut :

Mazhab Hanafi dan Hanbali mengatakan bahwa termasuk dari salah satu adab dalam berwudhu adalah tidak mengelap (mengeringkan) anggota bekas wudhu.

Sementara Syafi’iyah memiliki pendapat yang substansinya sama dengan Hanafiyah dan Hanabilah. Mereka mengatakan termasuk adab dari berwudhu adalah menetapkan bekas ibadah (termasuk wudhu di dalamnya).

Dalil yang mereka gunakan yakni hadis riwayat :

عَنْ مَيْمُونَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِمِنْدِيلٍ فَلَمْ يَمَسَّهُ وَجَعَلَ يَقُولُ بِالْمَاءِ هَكَذَا يَعْنِي يَنْفُضُهُ

Dari Maimunah, bahwa sesungguhnya  Nabi Saw. diberi kain (sapu tangan) namun Beliau tidak menyentuhnya seraya berkata ‘begini’ (Beliau mengibaskan air di anggota tubuhnya).  (Shahih Muslim, jus 1 hal 180)

Malikiyah mengatakan bahwa mengusap atau mengeringkan anggota  tubuh bekas air wudhu hukumnya boleh.  Dalil yang mereka gunakan adalah hadis dalam kitab Sunan at-Turmudzi :

عَنْ عَائِشَةَ – رضي الله عنها – قَالَتْ: ” كَانَ لِرَسُولِ اللهِ – صلى اللهُ عليه وسلَّم – خِرْقَةٌ يُنَشِّفُ بِهَا بَعْدَ الْوُضُوءِ

Dari ‘Aisyah Ra. berkata, Rasulullah Saw. memiliki sebuah kain yang Beliau gunakan untuk mengelap (mengeringkan anggota tubuh) setelah berwudhu.” (Muhammad  bin Isa at-Turmudzi, Sunan at-turmudzi, jus 1 hal 36)

Hanabilah dalam riwayatnya yang lain mengatakan boleh bagi orang yang bersuci mengelap (mengeringkan) anggota wudhunya, namun tidak mengelap itu lebih utama.

Antara Manfaat Air Wudhu dan Mengeringkan Anggota Tubuh Menurut Medis

Menurut dokter Magedov dari Deghestan State Medical Academy, wudhu dapat merangsang irama tubuh alam, khususnya pada area titik aktif biologis. Tidak hanya itu, dari hasil penelitian medis kanker kulit disebabkan oleh berbagai bahan kimia baik zat-zat hasil pembuangan limbah maupun kosmetika yang menempel pada kulit.

Leopord Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan ahli neurology dari Austria menemukan bahwa dalam wudhu terdapat sebuah fakta yang mengejutkan, di mana pusat-pusat syaraf yang paling peka pada tubuh manusia adalah di dahi, tangan dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangan sensitif terhadap air segar. Dengan air wudhu yang segar itu, tentu akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat syaraf.

(Dikutip dari buku Fiqh dan Fakta Ilmiah karya KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, S.Sy dan Dr. KH. Nawawi, M.Ag, hal 3-5)

Demikianlah perbedaaan pendapat di kalangan ulama perihal hukum mengelap atau mengeringkan anggota tubuh setelah berwudhu. Ada yang membolehkan juga ada yang mengatakan lebih utama ditinggalkan (tidak sampai haram, hanya makruh). Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here