Saran Imam al-Ghazali Soal Frekuensi Hubungan Intim dalam Seminggu

0
12937

BincangSyariah.Com – Untuk menjaga hubungan suami istri tetap harmonis, hubungan biologis yang teratur menjadi salah satu sarananya. Tidak ada patokan khusus dari medis terkait hal ini. Namun demikian, seperti diwartakan Alodokter, sebaiknya sepasang suami istri melakukan kebutuhan biologisnya itu seminggu dua kali. Hal ini tidak jauh berbeda dengan pandangan Imam al-Ghazali.

Imam al-Ghazali berpendapat demikian terkait waktu ideal berhubungan intim suami dan istri:

وينبغي أن يأتيها في كل أربع ليال مرة فهو أعدل إذ عدد النساء أربعة فجاز التأخير إلى هذا الحد نعم ينبغي أن يزيد أو ينقص بحسب حاجتها في التحصين فإن تحصينها واجب عليه وإن كان لا يثبت المطالبة بالوطء فذلك لعسر المطالبة والوفاء بها

Seyogianya suami itu melakukan hubungan intim dengan istri empat malam sekali, dan ini yang lebih ideal. Hal ini karena jumlah wanita yang boleh dipoligami itu sampai empat. Oleh karena itu, suami boleh menunda tidak berhubungan intim hingga lebih dari batasan ini, yaitu empat hari. Namun demikian, seyogianya suami boleh mempercepat atau memperlambat waktu hubungan intim sesuai kebutuhan biologis istri agar tidak selingkuh. Suami pun wajib memenuhi kebutuhan biologis istri. Akan tetapi suami tidak boleh memaksa istrinya memenuhi hasratnya, karena pemenuhan hasrat biologis itu sulit dipaksakan.

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwasannya hubungan intim suami istri itu sebaiknya dilakukan setiap empat hari sekali. Imam al-Ghazali menghitung waktu ideal itu berdasarkan jumlah wanita yang boleh dipoligami dalam Islam, yaitu empat wanita. Hal ini diilustrasikan bahwa setiap hari suami yang berpoligami itu menggilir istrinya secara bergantian. Malam ini di rumah si A, besoknya di rumah si B, dan seterusnya. Selain itu, secara tersirat imam al-Ghazali berpendapat, melakukan hubungan intim secara rutin itu menjaga pasangan agar tidak selingkuh.

Baca Juga :  Istiqamahkan Baca Doa Ini Agar Wafat Husnul Khatimah

Namun demikian, Anda tidak boleh memaksakan pasangan Anda apabila ia sedang tidak dalam keadaan fit atau tidak mood. Oleh karena itu, dibutuhkan kondisi fresh satu sama lain agar terjadi hubungan intim yang berkualitas. Dan yang paling penting, jangan lupa berdoa saat hendak melakukan hubungan suami istri tersebut (Baca: Doa-doa Saat Hubungan Intim Suami Istri) Wallah a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here