Bolehkah Salat Istikharah Diwakilkan Orang Lain?

0
1420

BincangSyariah.Com – Hidup itu penuh dengan pilihan. Tidak heran jika sebagian orang akan bimbang dan ragu ketika dihadapkan pada suatu pilihan. Antara yang ini atau yang itu. Terlebih jika pilihan-pilihan itu adalah baik semua. Sehingga ia dipaksa untuk memilih yang terbaik diantara hal yang baik. Saat mengalami kondisi seperti ini, Islam menganjurkan kita untuk melakukan salat istikharah.

Istikharah diartikan dengan meminta petunjuk kepada Allah swt. Sang Maha Pemilih mana yang terbaik menurut-Nya. Istikharah bisa dilakukan baik dengan cara salat, berdoa atau bahkan ada seorang ulama yang memberikan ijazah dengan cara membaca Alquran.

Ulama sepakat bahwa istikharah adalah berhukum sunah. Nabi saw. pun telah mengajarkan cara istikharah sebagaimana riwayat imam Bukhari di dalam kitab Sahihnya dari sahabat Jabir bin Abdillah (Baca: Tata Cara Shalat Istikharah).

Lalu, apakah boleh salat istikharah diwakilkan orang lain? Artinya, meminta orang lain melakukan salat istikharah, untuk meminta petunjuk Allah atas kebimbangan kita?

Praktik salat istikharah diwakilkan orang lain, diperbolehkan oleh syara’. Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan oleh imam Al Kharsyi di dalam kitab Syarh Mukhtasar Khalil:

مشايخهم أنها بالنسبة إلى غيرها

“Syekh-syekh dari mazhab Malik mengatakan bahwa salat istikharah mereka nisbatkan kepada yang lain.”

Berdasarkan pendapat Al Kharsyi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian masyayikh (dari madzhab Malik) itu biasa mengistikharahkan orang lain.

Sebagian ulama juga ada yang mendasarkan kebolehan meminta orang lain untuk melaksanakan salat istikharah dengan hajatnya berdasarkan hadis riwayat Muslim di dalam kitab sahihnya dari sahabat Jabir bin Abdillah Ra.:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ ».

Baca Juga :  Salat Istikharah: Fungsi dan Tata-caranya

Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang mampu dari kalian untuk menolong saudaranya, maka lakukanlah.” (HR. Muslim). Oleh karena itu, manusia itu juga berhak meminta bantuan temannya untuk melaksanakan salat atau doa istikharah kepada Allah swt. (HR. Muslim)

Di kalangan para santri dan masyarakat Indonesia pun sering meminta bantuan kepada para kiai atau ahli agama untuk mengistikharahkan diantara pilihan mereka. Hal ini disebabkan karena para kiai dan ahli agama merupakan representasi dari orang yang dekat dengan Allah swt. Sehingga pasti hasilnya berbeda dibandingkan dengan orang biasa yang tidak terlalu intens dalam berhubungan dengan Allah swt. Wa Allahu A’lam bis Shawab



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here