Saat Shalat Jenazah, Sebaiknya Melihat Tempat Sujud atau Jenazah?

1
190

BincangSyariah.Com – Ketika kita melaksanakan shalat, baik shalat wajib maupun sunnah, maka kita dianjurkan untuk mengarahkan pandangan mata pada tempat sujud. Namun bagaimana jika kita sedang melaksanakan shalat jenazah, apakah melihat tempat sujud atau melihat pada jenazah? (Baca: Apakah Shalat Ghaib Bisa Menggugurkan Kewajiban Melaksanakan Shalat Jenazah?)

Terdapat perbedaan ulama dalam masalah ini. Setidaknya, ada dua pendapat ulama terkait anjuran mengarahkan pandangan mata pada tempat sujud atau pada jenazah ketika melaksanakan shalat jenazah.

Pertama, menurut Imam Al-Ramli, ketika kita melaksanakan shalat jenazah, maka kita sepantasnya mengarahkan pandangan mata pada jenazah, buka ke tempat sujud atau ke arah kiblat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fatawa Al-Ramli berikut;

(سُئِلَ) عَنْ الْمُصَلِّي عَلَى الْجِنَازَةِ هَلْ يُسَنُّ نَظَرُهُ إلَى الْمَيِّتِ أَوْ إلَى جِهَةِ الْقِبْلَةِ أَوْ إلَى مَحَلِّ سُجُودِهِ لَوْ كَانَ؟ (فَأَجَابَ) بِأَنَّهُ يَنْبَغِي كَمَا قَالَهُ بَعْضُ الْمُتَأَخِّرِينَ أَنْ يَنْظُرَ إلَى الْمَيِّتِ

Imam Al-Ramli ditanya mengenai seseorang yang melaksanakan shalat jenazah, apakah disunnahkan pandangannya diarahkan pada mayit, atau ke kiblat, atau ke tempat sujudnya jika ada? Maka beliu menjawab bahwa sepantasnya melihat pada mayit, sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama mutaakhirin.

Kedua, menurut Imam Al-Barmawi dan Syaikh Zainuddin Al-Malibari, ketika kita melaksanakan shalat jenazah, maka kita tetap dianjurkan untuk mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud, bukan ke arah kiblat atau ke jenazah. Tidak ada perbedaan dalam hal mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud antara shalat wajib dan sunnah maupun shalat jenazah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

وسن إدامة نظر محل سجوده لأن ذلك أقرب إلى الخشوع، ولو أعمى، وإن كان عند الكعبة أو في الظلمة، أو في صلاة الجنازة. نعم، السنة أن يقتصر نظره على مسبحته عند رفعها في التشهد لخبر صحيح فيه

Disunnahkan melanggengkan pandangan mata ke arah tempat sujud supaya lebih khusyu’, sekalipun bagi orang buta, sedang shalat di dekat Ka’bah, shalat di tempat yang gelap, ataupun shalat jenazah. Iya, namun disunnahkan mengarahkan pandangan mata ke jari telunjuk, terutama ketika mengangkat jari telunjuk, saat tasyahud akhir, karena ada dalil shahih tentang kesunnahan itu. 

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here