Saat Berada di Zona Merah Wabah, Shalat di Rumah Lebih Utama, Mengapa?

0
1107

BincangSyariah.Com – Keutamaan shalat fardhu berjamaah di masjid nampaknya sudah sering kita dengar sedari kecil. Ketika adzan berkumandang orang tua lantas mengingatkan anak-anaknya untuk segera bergegas ke masjid melaksanakan shalat berjamaah. Keutamaan ini sendiri telah Nabi saw. sabdakan. Diriwayatkan dari Zain ibn Tsabit yang mendengar Rasulullah saw. bersabda:

فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلَاةِ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ

“Hendaknya kalian melakukan shalat di rumah kalian, sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah dirumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Al-Bukhari)

Dari hadis di atas, Syeikh Wahbah az-Zuhaili mengatakan bahwa shalat wajib lima waktu itu lebih utama apabila dikerjakan di masjid. Karena masjid merupakan tempat yang penuh kemuliaan, kesucian juga sebagai simbol syiar agama Islam. (Baca: Viral Ajakan Ramaikan Masjid untuk Lawan Corona! Tepatkah?)

Namun, mengingat kondisi sekarang yang mengkhawatirkan, shalat yang biasanya dijalankan di masjid terpaksa harus dialihkan di rumah masing-masing. Agar terhindar dari ancaman virus yang kian merajalela, terlebih lagi bila kita berada di zona merah wabah corona tersebut.

Bagi orang yang sudah terbiasa melaksanakan shalat di masjid kemudian tehalang karena mendapati udzur syar’i seperti sakit atau takut akan marabahaya yang menimpa, ia tinggal melaksakannya di rumah tanpa khawatir kehilangan keutamaan berjamaah di masjid. Selama itu menjadi rutinitasnya. Ini karena Nabi saw. pernah mengatakan dalam riwayat Abu Daud dari Abu Musa ra:

إِذَا كَانَ الْعَبْدُ يَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا فَشَغَلَهُ عَنْهُ مَرَضٌ أَوْ سَفَرٌ كُتِبَ لَهُ كَصَالِحِ مَا كَانَ يَعْمَلُ وَهُوَ صَحِيحٌ مُقِيمٌ

“Apabila seorang hamba melakukan amal shalih, kemudian ia terhalang oleh suatu penyakit atau suatu perjalanan maka tercatat baginya seperti amalan shalih yang pernah ia lakukan dalam keadaan sehat.” (HR. Abu Daud).

Baca Juga :  Dalil Shalat Lima Waktu dalam Al-Qur'an dan Hadis

Selain itu, terdapat juga sebuah hadis dari Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa tidak mendatangi masjid itu diperbolehkan apabila ada uzur.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

Dari Ibnu Abbas dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa mendengar suara adzan kemudian tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur (HR Ibnu Majah)

Imam Abu Daud (w. 275 h.) menambahkan: sahabat bertanya, “Apa udzur yang dimaksud?” Nabi
saw menjawab, “Takut atau sakit.”

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari mengomentari bahwa hal itu berlaku bagi seseorang yang mengerjakan ketaatan yang kalaulah halangan itu tidak ada, ia pasti dapat melaksanakan sebagaimana mestinya.

Selebihnya, sebagai bentuk ikhtiar agar senantiasa melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah kendatipun berada di rumah. Hal ini sebagaimana keterangan Syekh Yasin al-Fadani dalam kitab al-Fawaid al-Janiyah yakni, sekiranya seseorang mengetahui ketiadaan jamaah di masjid lalu ia memutuskan shalat bersama keluarganya di rumah maka hal tersebut lebih utama.

Ketiadaan jamaah di masjid bisa karena sudah selesai, atau dalam konteks sekarang karena memang masjid pun ikut lockdown. Oleh sebab itu, berjamaah di dalam rumah lebih utama daripada di masjid demi menghindari virus. karena fadhilah yang berkenaan dengan dzat ibadah lebih utama daripada fadhilah yang berkenaan dengan tempatnya.

Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here