Saat Azan Masih Berkumandang, Bolehkah Kita Langsung Salat?

7
78330

BincangSyariah.Com – Dalam kondisi tertentu karena terburu-terburu atau karena ada kesibukan, kita kadang langsung melaksanakan salat ketika baru mendengar azan dikumandangkan tanpa menunggu hingga azan tersebut selesai. Sebenarnya, bagaimana hukum langsung melaksanakan salat ketika mendengar azan, apakah salat kita sah?

Sebagian syarat sahnya salat fardu adalah waktunya telah tiba. Pada umumnya, masuknya waktu salat fardu ditandai dengan dikumandangkannya azan di masjid atau di musala. Karena itu, jika kita melaksanakan salat ketika baru mendengar azan dikumandangkan, maka hukumnya sah karena waktu salat tersebut telah tiba.

Meski demikian, kita dianjurkan untuk melaksanakan salat setelah azan selesai dikumandangkan. Hal ini karena pada saat kita mendengar azan dikumandangkan, kita disunahkan terlebih dahulu untuk menjawabnya, bukan menyibukkan diri dengan kegiatan lain, termasuk langsung melaksanakan salat.

Menurut Imam Ahmad, jika kita langsung melaksanakan salat ketika baru mendengar azan dikumandangkan, maka salatnya tetap dihukumi sah dan tidak makruh. Kita boleh langsung melaksanakan salat ketika baru mendengar azan tanpa harus menunggu azan selesai. Namun demikian, menjawab azan sampai selesai dan kemudian melaksanakan salat, itu lebih baik dibanding langsung melaksanakan salat pada saat azan masih dikumandangkan.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu ‘ala Syarh al-Muhazzab berikut;

قال الأثرم : سمعت أبا عبد الله يسأل عن الرجل يقوم حين يسمع المؤذن مبادرا يركع  فقال : يستحب أن يكون ركوعه بعدما يفرغ المؤذن ، أو يقرب من الفراغ ; لأنه يقال : إن الشيطان ينفر حين يسمع الأذان ، فلا ينبغي أن يبادر بالقيام . وإن دخل المسجد فسمع المؤذن استحب له انتظاره ليفرغ ، ويقول مثل ما يقول جمعا بين الفضيلتين . وإن لم يقل كقوله وافتتح الصلاة ، فلا بأس . نص عليه أحمد .

“Al-Atsram berkata, ‘Saya pernah mendengar Abu Abdillah ditanya tentang seseorang yang langsung melaksanakan salat ketika mendengar azan dan dia cepat-cepat rukuk. Maka dia (Abu Abdillah) menjawab; dianjurkan rukuknya setelah muazin selesai azan atau hampir selesai. Hal ini karena pernah dikatakan bahwa setan lari ketika mendengar azan sehingga tidak layak cepat-cepat melaksanakan shalat. Jika seseorang masuk masjid dan mendengar muazin, maka disunahkan untuk menunggu muazin hingga selesai azan dan melafalkan seperti apa yang dikatakan muazin agar bisa mendapatkan dua keutamaan. Jika tidak mengucapkan seperti apa yang diucapkan muazin dan langsung mulai salat, maka tidak masalah. Ini ditegaskan oleh Imam Ahmad.’”

 

7 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here