BincangSyariah.Com – Jumat dianggap hari yang paling mulia dibanding hari lainnya. Pada hari itu pula seluruh umat Islam, khususnya laki-laki, berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan salat Jumat.Kemulian hari Jumat ini dibuktikan dengan banyaknya ragam ibadah sunah yang dikerjakan khusus pada hari itu. Dalam beberapa riwayat dikisahkan bahwa Nabi Saw. melakukan aktifitas tertentu di hari Jumat.

Aktifitas tersebut tidak melulu bersifat ritual, semisal wiridan, doa, salat, dan sejenisnya. Akan tetapi, beliau juga suka mengerjakan ibadah yang bersifat sosial.
Al-Suyuthi dalam kitabnya, ‘Amal Yaum wa Lailah, mengatakan:

“Nabi SAW membaca surat al-ikhlas, al-falaq, dan al-nas usai salat jumat sebanyak tujuh kali dan beliau juga memperbanyak salawat pada hari jumat dan malamnya. Ia juga mengerjakan shalat sunnah setelah salat Jumat di rumahnya, tidak di masjid. Setalah itu apa yang dilakukan Nabi Saw? Beliau mengunjungi saudaranya, menjenguk orang sakit, menghadiri penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah.”

Nabi Saw. mengajarkan kepada umatnya agar membiasakan membaca surat al-ikhlas, al-falaq, dan al-nas sebanyak tujuh kali setelah salat Jumat, serta memperbanyak salawat. Usai membaca kalimat suci tersebut dan melantunkan doaa, biasanya beliau melakukan salat sunnah di rumahnya.

Selain itu, hari Jumat juga dijadikan Rasulullah Saw. sebagai momentum untuk silaturahim kepada sanak-famili. Semisal, mengunjungi orang-orang yang sedang sakit ataupun ditimpa musibah, membantu proses penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah. Wallau a’lam.

Baca Juga :  Adakah Salat Rebo Wekasan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here