Rasulullah dan Para Sahabat Sujud Syukur pada Empat Hal Ini

0
6276

BincangSyariah.Com – Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan ketika mendapatkan nikmat atau terhindar dari marabahaya. Hal itu sunah dilakukan karena Rasulullah saw. dan para sahabat sujud syukur pada situasi-situasi tertentu. Berikut adalah beberapa situasi yang menyebabkan Rasulullah saw. dan para sahabat melakukan sujud syukur.

Menerima Kabar Mengenai Pahala Salawat.

Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad al-Mawardi dalam kitabnya al-Hawi al-Kabir, juz 2, h. 205 menceritakan:

لِرِوَايَةِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ: خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ – نَحْوَ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ فَسَجَدَ وَأَطَالَ، فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ: ” إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَتَانِي فبشرني بأن من صل عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا، فَسَجَدْتُ لِلَّهِ سُبْحَانَهُ شُكْرًا “

(Sujud syukur itu sunah) karena adanya satu riwayat dari Abdurrahman bin Auf yang berkata: Aku keluar bersama Rasulullah saw., di arah Baqi’ yang memiliki pohon besar di sana, tiba-tiba Rasulullah saw. sujud lama sekali. (Ketika beliau saw. selesai), aku bertanya kepadanya mengenai hal ini. Beliau menjawab: Sesungguhnya Jibril As. mendatangiku dan memberi kabar gembira kepadaku bahwa siapa yang menyampaikan salawat untukku sekali maka Allah akan menyampaikan salawat untuknya (baca: memberikan ampunan) sebanyak sepuluh kali, maka untuk hal ini aku sujud syukur kepada Allah swt.

Menerima Kabar Pernikahan

Ya, menikah adalah kabar yang sangat menggembirakan. Tentu seorang akan sangat senang mendengar kabar dia akan segera menikah. Apalagi bila yang menjadi mertuanya adalah Rasulullah saw. Hal ini pernah terjadi pada diri Sayyidina Ali Ra. ketika Rasul menikahkannya dengan Fathimah. Dalam kitab Talkhish Mutasyabih fir Rasm, karya Khatib al-Baghdadi juz, 1, h. 363, disebutkan

Baca Juga :  As’ad bin Zurarah: Orang Yatsrib Pertama yang Memeluk Islam

إذ أقبل علي فتبسم إليه رسول الله، فقال: ” يا علي إن الله أمرني أن أزوجك فاطمة وإني قد زوجتكها على أربعمائة مثقال فضة “. قال: فقال: قد رضيت يا رسول الله، ثم إن عليا خر لله ساجدا شكرا

Ketika Sayyidina Ali menghadap maka Rasulullah saw. tersenyum kepadanya, lalu bersabda:” Wahai Ali sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk menikahkanmu dengan Fatimah. Dan sungguh sekarang aku nikahkan dirimu dengannya dengan mahar 400 mitsqal perak. Anas bin Malik berkata: Sayyidina Ali menjawab: sungguh aku rida (baca: menerima dengan sangat senang) wahai Rasul. Kemudian Ali tersungkur sujud syukur.

Mendengar Satu Suku Masuk Islam

Rasul diutus untuk membawa pesan damai kepada seluruh manusia.  Bila pesan ini diterima, bahkan, oleh seorang saja tentu akan membahagiakan beliau. Apalagi bila satu kaum menyatakan masuk Islam. Hal ini pernah terjadi ketika beliau mengutus Sayyidina Ali Ra. kepada suku Hamdan di Yaman. Berikut kisahnya sebagai mana dikisahkan Syaik Muhammad bin Muhammad Fathuddin (w. 734 H) dalam ‘Uyunul Atsar Fi Fununil Maghazi wasy Syamail was Siyar, Beirut: Darul Qalam, 1993, juz. 2, h. 341.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ فِي سَرِيَّةٍ إِلَى الْيَمَنِ، وَذَلِكَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ سَنَةَ عَشْرٍ مِنَ الْهِجْرَةِ، فَأَسْلَمَتْ هَمْدَانُ كُلُّهَا فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ، وَكتب بِذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا قَرَأَ كِتَابَهُ خَرَّ لِلَّهِ سَاجِدًا

Sesungguhnya Rasulullah saw. mengutus Ali bin Abi Thalib dalam sebuah detasemen ke Yaman, dan hal ini terjadi di bulan Ramadan tahun sepuluh hijrah. Hasilnya, seluruh suku Hamdan masuk Islam dalam satu hari saja. Sayyidina Ali ra. menulis surat kepada Rasulullah saw. memberitahukan hal ini. Ketika Rasulullah saw. membaca surat itu, beliau saw. tersungkur sujud (syukur) kepada Allah.

Mendengar Berita Kemenangan Perang

Di masa Nabi saw. dan sebagian besar para Sahabat, perang adalah usaha untuk mempertahankan kebebasan untuk beragama. Ketika hal ini terganggu, maka terdapat izin untuk melakukan perang bagi kaum muslim dengan dipimpin oleh pemimpin muslim yang sah. Dan saat kemenangan menghampiri, maka kebahagiaan akan didapatkan.

Baca Juga :  Apakah Narapidana Wajib Melaksanakan Shalat Jumat?

Hal ini juga dikisahkan oleh Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad al-Mawardi dalam kitabnya al-Hawi al-Kabir, juz 2, h. 205:

وَرُوِيَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَجَدَ شُكْرًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حِينَ بَلَغَهُ فَتْحُ الْقَادِسِيَّةِ، وَالْيَرْمُوكِ

diceritakan oleh Umar bin al-Khattab ra. bahwa sesungguhnya dia sujud syukur kepada Allah azza wa jalla ketika sampai padanya berita kemenangan di tanah Qadisiyah dan Yarmuk.

Demikianlah beragam situasi yang darinya Nabi saw. dan para sahabat melakukan sujud syukur. Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here