Rasulullah; Agama Itu Mudah Jangan Dipersulit

0
424

BincangSyariah.Com – Islam merupakan ajaran yang mudah dan memudahkan, agama Islam tidak didatangkan untuk mempersulit kehidupan manusia. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, Nabi Muhammad Saw bersabda

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال إن الدين يسر ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه فسددوا وقاربوا وأبشروا واستعينوا بالغدوة والروحة وشيء من الدلجة

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya agama ini mudah. Tidak ada seorangpun yang memberatkan diri dalam agama ini kecuali sikapnya tersebut akan mengalahkan dia. Maka bersikap luruslah, mendekatlah kepada kesempurnaan, berilah kabar gembira, dan manfaatkaanlah kesempatan pada pagi hari, sore hari dan sebagian waktu malam.” (HR. Bukhari)

Dalam hadis ini Nabi menjelaskan bahwa agama Islam adalah agama yang mudah, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathu al-Bari mengatakan, maksudnya Islam lebih memudahkan dibandingkan dengan agama sebelumnya. Dengan adanya Islam, Allah mengangkat kesulitan dalam ajaran agama terdahulu. Contohnya, pada agama terdahulu taubat diterima dengan pengorbanan nyawa sedang dalam agama Islam taubat umat muslim cukup dengan penyesalan dan insaf serta keinginan kuat tidak akan mengulangi dosa yang sama.

 

Semua cabang ajaran dalam agama Islam adalah baik, tapi yang paling disukai Allah adalah yang memudahkan. Sebagaimana juga diriwayatkan dalam sabda Nabi lainnya

رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول: خير دينكم أيسره

Rasulullah Saw bersabda, “sebaik-baiknya agama kalian adalah yang paling memudahkan.” (HR. AHmad)

Maksudnya janganlah seseorang terlalu memberatkan diri dalam melakukan amalan-amalan akan tetapi hendaknya melakukan ibadah sesuai kadar kemampuan. Hal ini agar ia tidak merasa lelah lalu berhenti beramal. Akan tetapi lakukan sedikit demi sedikit tapi dengan kontinyu, sebab itu yang paling disukai Allah. Ibnu Hajar lalu mengutip penjelasan Ibnu al-Munzir

Baca Juga :  Shalat Sambil Menggendong Anak, Bagaimana Hukumnya?

قال ابن المنير : وليس المراد منع طلب الأكمل في العبادة فإنه من الأمور المحمودة ، بل منع الإفراط المؤدي إلى الملال ، أو المبالغة في التطوع المفضي إلى ترك الأفضل ، أو إخراج الفرض عن وقته كمن بات يصلي الليل كله ويغالب النوم إلى أن غلبته عيناه في آخر الليل فنام عن صلاة الصبح في الجماعة ، أو إلى أن خرج الوقت المختار ، أو إلى أن طلعت الفجر فخرج وقت الفريضة

“Ibnu Munzir berkata, “dan bukan maksudnya melarang seseorang mencari keutamaan beribadah sebab itu adalah perkara yang terpuji, akan tetapi dilarang berlebihan sehingga menyebabkan kebosanan, atau berlebihan mengerjakan perkara yang sunnah hinga meninggalkan yang lebih utama (amalan wajib), sehingga keluar yang waktu yang ditentukan. Seperti orang yang beribadah hingga terbit fajar tapi terlewat waktu ibadah wajib.”

Maka dari itu lakukan ibadah dengan wajar maksudnya jangan berlebihan sebab ingin pahala yang sempurna. Sebab kita tidak akan bisa menggapai kesempurnaan tersebut. Tapi bukan berarti tidak boleh mengharapkannya, karena itu Rasulullah bersabda ‘waqarribu’ tetaplah mendekat, yaitu dengan melakukan amalan-amalan yang dianjurkan pada pagi, sore dan pertengahan malam. Tapi jangan sampai memberatkan diri sendiri, lakukan dengan perlahan sesuai dengan kesanggupan. Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here