Rahasia Dibalik Basuhan Wudhu

0
1112

BincangSyariah.Com – Salah satu syarat salat adalah suci dari hadats dan najis. Hadats sendiri terbagi dua, yaitu hadats kecil dan hadats besar. Hadats kacil dapat dihilangkan dengan wudhu sedangkan hadats besar hanya bisa dihilangkan dengan mandi janabah. Untuk najis, maka tiga sifatnya harus dihilangkan, yakni rupa, rasa, dan bahu. Baik najis yang melekat pada badan, pakaian, maupun tempat salat.

Sekarang kita akan berbicara wudhu dahulu. Dalam kitab Tausyaikh Imam Nawawi al-Bantai, disebutkan wudhu adalah:

استعمال الماء في اعضاء مخصوصة مفتتحا بنية

Wudhu adalah menggunakan air pada anggota (wudu’) tertentu dengan diawali niat.

Adapun mengenai anggota tubuh yang dibasuh saat wudhu, Allah Swt. berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. (QS. Al-Maidah (5) : 6)

Jadi, berdasarkan ayat di atas anggota suci itu adalah wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki. Selain itu tidak perlu dibasuh. Lalu mengapa wudhu hanya pada anggota tersebut? Untuk menjawab hal tersebut, mari perhatikan bersama apa yang terdapat dalam Kitab I’anah At-Tholibin, untuk menjawab rahasia basuhan wudhu yang kita lakukan,

Baca Juga :  Bolehkah Non-Muslim Berziarah ke Kuburan Orang Muslim?

وقال بعضهم شرع غسل الكفين للاكل من موائد الجنة والمضمضة لكلام رب العالمين والانتنشاق لشم روائح الجنة  وغسل الوجه للنظر الى وجه الله الكريم وغسل اليدين للبس السوار في الجنة ومسح الرأس للبس التاج والاكليل فيها ومسح الاذنين لسماع كلام رب العالمين وغسل الرجلين للمشي في الجنة

Sebagian ulama fikih mengatakan bahwa disyariatkannya membasuh kedua telapak tangan adalah untuk (persiapan) makan hidangan surga, berkumur-kumur untuk berbicara dengan Allah Swt., menghirup air untuk mencium aroma surga, membasuh muka untuk melihat Dzat Allah Swt., membasuh kedua tangan untuk memakai gelang di surga, mengusap kepala untuk mengenakan mahkota surga, mengusap telinga untuk mendengar kalam Allah Swt. di surga, dan membasuh kedua kaki untuk berjalan di lantai surga.

Demikianlah mengapa kita diperintah mengusap anggota tersebut saat mengambil wudhu. Tujuannya tidak ada lain kecuali kembali kepada orang yang berwudhu, yakni kenikmatan nanti di surga. Oleh karena itu, sempurnakan wudhu kita sebagai wujud penghambaan yang nantinya kembali pada kita lagi. Allah ta’ala A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here