Ragam Zikir yang Dapat Dibaca Saat Sujud

1
3907

BincangSyariah.Com – Setelah selesai membaca zikir ketika i’tidal, maka kita akan bertakbir untuk melaksanakan sujud. Biasanya bacaan zikir ketika sujud yang dibaca adalah subhana rabbiyal a’la wabihamdih. Imam Nawawi di dalam kitabnya Al-Adzkar telah menerangkan berbagai ragam bacaan zikir yang bisa dibaca saat sujud. Bacaan zikir tersebut bersumber dari hadis-hadis sahih sebagai berikut.

Pertama, Subhanarabbiyal a’laa.

عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَفِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَمَا أَتَى عَلَى آيَةِ رَحْمَةٍ إِلَّا وَقَفَ وَسَأَلَ وَمَا أَتَى عَلَى آيَةِ عَذَابٍ إِلَّا وَقَفَ وَتَعَوَّذَ (رواه الترمذي)

Dari Hudzaifah bahwasannya dia salat bersama Nabi saw. lalu beliau mengucapkan di dalam ruku’nya subhaana rabiiyal adziimi (maha suci Tuhanku yang agung), dan di dalam sujudnya subanarabbiyal a’la, dan beliau tidak datang ayat rahmat kecuali beliau berhenti dan meminta (pertolongan pada Allah), dan tidak datang ayat azab kecuali beliau berhenti dan meminta perlindungan (kepada Allah Swt.) (HR. At-Tirmidzi)

Sedangkan Imam Abu Daud juga meriwayatkan dalam kitab Sunan nya dengan redaksi,

سبحان ربي الاعلى وبحمده

Kedua, Subhaanakallahumma rabbanaa wabihamdika Allahummaghfirli.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي يَتَأَوَلُ الْقُرْآنَ (رواه البخاري ومسلم)

Dari Aisyah r.a., ia berkata, Nabi saw. memperbanyak membaca Subhaanakallahumma rabbanaa wabihamdika Allahummaghfirli (maha suci Engkau ya Allah Tuhan kami dan dengan memujiMU, Ya Allah ampunilah aku) di dalam rukuk dan sujudnya, beliau mentakwilkan Al-Qur’an). (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Subbuhun quddusun rabbul malaaikati war ruuh.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ فِى رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ « سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ ». (رواه مسلم)

Baca Juga :  Bolehkah Salat Sunah Qabliyah Setelah Salat Subuh?

Dari Aisyah r.a., bahwasannya Rasulullah saw. membaca di ruku’ dan sujudnya “subbuhun quddusun rabbul malaaikati war ruuh (Maha terpuji Maha Suci Tuhannya malaikat dan malaikat Jibril” (HR. Muslim).

Keempat, Allahumma laka sajadtu wa bika aamantu walaka aslamtu sajada wajhiya lilladzi khalaqahu washawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu tabaarakallahu ahsanul khaaliqiin.

عن علي رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا سجد قال: « اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ » (رواه مسلم)

Dari Ali r.a., bahwasannya Rasulullah saw. ketika beliau sujud membaca, Allahumma laka sajadtu wa bika aamantu walaka aslamtu sajada wajhiya lilladzi khalaqahu washawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu tabaarakallahu ahsanul khaaliqiin (Ya Allah, hanya kepadaMu aku bersujud, dengan Mu aku beriman, dan hanya kepadaMu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Zat yang telah menciptakannya, membentuknya, dan menyobek pendengarannya serta penglihatannya. Maha Suci Allah, Sebaik-baik Pencipta.” (HR. Muslim).

Kelima, Subhaana dzil jabaruti wal malakuti wal kibriyaa’i wal ‘adzamati.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأَشْجَعِيِّ ، قَالَ : قُمْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةً ، فَقَامَ فَقَرَأَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ ، لاَ يَمُرُّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلاَّ وَقَفَ فَسَأَلَ ، وَلاَ يَمُرُّ بِآيَةِ عَذَابٍ إِلاَّ وَقَفَ فَتَعَوَّذَ ، قَالَ : ثُمَّ رَكَعَ بِقَدْرِ قِيَامِهِ ، يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ : سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ. ثُمَّ قَالَ فِيْ سُجُوْدِهِ مِثْلَ ذٰلِكَ (رواه ابو داود والنسائي)

Dari Auf bin Malik Al-Asyja’i ia berkata, “Aku salat malam bersama Rasulullah saw. lalu beliau berdiri dan membaca surah Al-Baqarah, beliau tidak melewati ayat rahmat kecuali beliau berhenti lalu meminta pertolongan, dan beliau tidak melewati ayat azab kecuali beliau berhenti lalu meminta perlindungan. Ia berkata, kemudian beliau rukuk (yang lamanya) kira-kira selama ketika waktu berdirinya seraya mengucapkan di dalam rukuknya “Subhaana dzil jabaruti wal malakuti wal kibriyaa’i wal ‘adzamati (Maha suci Zat yang mempunyai keperkasaan, kerajaan penuh, kesombongan, dan keagungan). Kemudian beliau membaca bacaan yang sama ketika rukuk di dalam sujudnya.  (HR. Abu Daud dan An-Nasai).

Baca Juga :  Syarat-syarat Sujud

Keenam, Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: اِفْتَقَدْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَتَحَسَّسْتُ فَإِذَا هُوَ رَاكِعٌ أَوْ سَاجِدٌ يَقُوْلُ: “سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ”.(رواه مسلم)

Dari Aisyah r.a., ia berkata, “Suatu malam, aku kehilangan Nabi saw., aku pun mencari (beliau), ternyata beliau sedang ruku’ atau sujud yang membaca, “Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta (Maha suci Engkau, dan dengan memujiMu, Tidak ada Tuhan Selain Engkau).” (HR. Muslim)

Ketujuh, Allahumma a’udzu bi ridhaaka min sukhthika wa bi mu’aafatika min ‘uquubatika, wa ‘audzubika minka laa uhshii ‘alaika, Anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِى عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِى الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ وَهُوَ يَقُولُ « اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ ». (رواه مسلم)

Dari ‘Aisyah r.a., ia berkata, “Aku kehilangan Rasulullah saw. di suatu malam dari kasur, lalu aku mencari beliau. Tanganku (ternyata) menyentuh telapak kakinya beliau yang sedang berada di tempat sujud. Kedua (kakinya) menancap (ke bumi). Dan beliau membaca, “Allahumma a’udzu bi ridhaaka min sukhthika wa bi mu’aafatika min ‘uquubatika, wa ‘audzubika minka laa uhshii ‘alaika, Anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika. (Ya Allah, aku berlindung dengan ridhaMu dari murkaMu, dengan ampunanMu dari siksaMu, dan aku berlindung denganMu dariMu, aku tak mampu menghitung pujian atasMu, Engkau sebagaimana Engkau Memuji diriMu sendiri).” (HR. Muslim)

Kedelapan, Allahummaghfirli dzanbii kullahu diqqahu wajillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa ‘alaaniyyatahu wasirrahu.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: ” اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجُلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ. (رواه مسلم)

Baca Juga :  Kritik Hadits Keutamaan Shalat Memakai Sorban

Dari Abu Hurairah r.a., bahwasannya Nabi saw. ketika sujud membaca, “Allahummaghfirli dzanbii kullahu diqqahu wajillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa ‘alaaniyyatahu wasirrahu (Ya Allah, ampunilah untukku dosaku semuanya yang sedikit maupun yang banyak, yang pertama maupun yang terakhir). (HR. Muslim)

Imam Nawawi mengatakan bahwa disunnahkan membaca semua zikir tersebut di dalam sujud. Jika waktunya tidak memungkinkan, maka dapat dicoba di waktu/kesempatan lainnya. Jika ingin meringkasnya maka cukup membaca tasbih (subhana rabbiya’ a’laa wa bihamdihi) disertai dengan sedikit doa (lainnya). Dan yang diutamakan adalah membaca tasbih.

Di dalam hadis riwayat Ibnu Abbas r.a. disebutkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Adapun rukuk, maka agungkanlah Tuhan di dalamnya, adapun sujud, maka sungguh-sungguhlah kalian untuk berdoa di dalamnya, istiqamahkanlah, maka niscaya akan dikabulkan untuk kalian.” (HR. Muslim). Selain itu Abu Hurairah r.a. meriwayatkan hadis bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Kondisi yang paling dekat antara seorang hamba dari Tuhannya adalah ketika ia dalam posisi sujud, maka perbanyaklah doa (di dalamnya).” (HR. Muslim)

Berdasarkan dua hadis penutup tersebut menunjukkan bahwa kita dianjurkan untuk memperbanyak doa di dalam sujud kita, terlebih itulah kesempatan kita untuk lebih dekat dengan Allah Swt. Maka, tidak ada salahnya jika kita mengamalkan doa-doa sebagaimana tersebut di atas. Wa Allahu A’lam bis shawab.

1 KOMENTAR

  1. 1.Bolehkah membaca beberapa doa dlm satu kali sholat . Misalnya rakaat pertama membaca doa ini, kemudian rakaat 2, 3 atau ke 4 membaca doa yg lainnya
    2. Bolehkah menggabungkan baca bacanya doa sujud tsb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here