Ragam Bacaan Tasbih yang Bisa Dibaca Ketika Ruku’

1
3548

BincangSyariah.Com – Salah satu sunah haiatnya shalat adalah membaca tasbih ketika ruku’ dengan membaca subhaana rabbiyal ‘adziimi wabihamdihi tiga kali. Dan berikut adalah beberapa ragam bacaan tasbih yang bisa dibaca ketika ruku’.

Pertama. Subhana rabiiyal adziimi wabihamidi

عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَفِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَمَا أَتَى عَلَى آيَةِ رَحْمَةٍ إِلَّا وَقَفَ وَسَأَلَ وَمَا أَتَى عَلَى آيَةِ عَذَابٍ إِلَّا وَقَفَ وَتَعَوَّذَ (رواه الترمذي)

Dari Hudzaifah bahwasannya dia shalat bersama Nabi saw. lalu beliau mengucapkan di dalam ruku’nya subhaana rabiiyal adziimi (maha suci Tuhanku yang agung), dan di dalam sujudnya subanarabbiyal a’la, dan beliau tidak datang ayat rahmat kecuali beliau berhenti dan meminta (pertolongan pada Allah), dan tidak datang ayat adzab kecuali beliau berhenti dan meminta perlindungan (kepada Allah swt.) (HR. At-Tirmidzi)

Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya juga meriwayatkan hadis dari Hudzaifah yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. ketika ruku’ membaca subhaana rabiiyal adziimi yang diulang-ulang hingga lama sekali yang diperkirakan seperti lamanya membaca surah Al-Baqarah, An-Nisa’, dan Ali Imran yang beliau baca saat berdiri.

Sedangkan imam Abu Daud juga meriwayatkan dalam kitab Sunan nya dengan redaksi

سبحان ربي العظيم وبحمده

Subhana rabiiyal adziimi wabihamidi/ Maha suci Tuhanku yang agung, dan dengan pujian.

Kedua. Subhaanakallahumma rabbanaa wabihamdika Allahummaghfirli

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي يَتَأَوَلُ الْقُرْآنَ (رواه البخاري ومسلم)

Dari Aisyah r.a., ia berkata, Nabi saw. memperbanyak membaca Subhaanakallahumma rabbanaa wabihamdika Allahummaghfirli (maha suci Engkau ya Allah Tuhan kami dan dengan memujiMU, Ya Allah ampunilah aku) di dalam ruku’ dan sujudnya, beliau mentakwilkan Al-Qur’an). (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :  Penyebab Cacatnya Amal Ibadah

Ketiga. Allahumma laka raka’tu wa bika aamantu walaka aslamtu khasya’a laka sam’i wa bashari wa mukhhii wa’ adzmii wa ‘ashabii

عَنْ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَكَعَ قَالَ « اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِى وَبَصَرِى وَمُخِّى وَعَظْمِى وَعَصَبِى » (رواه مسلم)

Dari Ali bin Abi Thalib bahwasannya Nabi saw. ketika ruku’ beliau mengucapkan “Allahumma laka raka’tu wa bika aamantu walaka aslamtu khasya’a laka sam’i wa bashari wa mukhhii wa’ adzmii wa ‘ashabii (Ya Allah kepada Mu aku ruku’, dan dengan Mu aku percaya, dan kepadaMu aku berserah diri, pendengaranku, penglihatanku, otakkum tulangku, dan sarafku khusyu’ kepada Mu.” (HR. Muslim). Hadis ini merupakan potongan dari hadis yang panjang tentang bacaan shalat di dalam kitab Shahih Muslim.

Atau dalam riwayat imam At-Tirmidzi disebutkan dengan tambahan sebagai berikut.

اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَأَنْتَ رَبِّي خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَمُخِّي وَعَظْمِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ

Allahumma laka raka’tu wa bika amantu wala aslamtu wa anta rabbi khasya’a sam’ii wa basharii wa mukhkhii wa a’dzmii lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Ya Allah kepada Mu aku ruku’, dan dengan Mu aku percaya, dan kepadaMu aku berserah diri, Engkau Tuhanku, pendengaranku, penglihatanku, otakku, dan tulangku khusyu’ kepada Allah Tuhan semesta Alam.

Sedangkan riwayat imam Ahmad bin Hanbal adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ أَنْتَ رَبِّي خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَمُخِّي وَعَظْمِي وَعَصَبِي وَمَا اسْتَقَلَّتْ بِهِ قَدَمِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Allahumma laka raka’tu wa bika amantu wala aslamtu, anta rabbi khasya’a sam’ii wa basharii wa mukhkhii wa a’dzmii  wa ‘ashabii wa mastaqallat bini qadamii lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Baca Juga :  Ada Empat Zikir yang Dicintai Allah, Apa Saja?

Ya Allah kepada Mu aku ruku’, dan dengan Mu aku percaya, dan kepadaMu aku berserah diri, Engkau Tuhanku, pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan sarafku serta kakiku yang dapat melangkah sebabNya khusyu’ kepada Allah Tuhan semesta Alam.

Keempat. Subbuhun quddusun rabbul malaaikati war ruuh

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ فِى رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ « سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ ». (رواه مسلم)

Dari Aisyah r.a., bahwasannya Rasulullah saw. membaca di ruku’ dan sujudnya “subbuhun quddusun rabbul malaaikati war ruuh (Maha terpuji Maha Suci Tuhannya malaikat dan malaikat Jibril” (HR. Muslim)

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأَشْجَعِيِّ ، قَالَ : قُمْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةً ، فَقَامَ فَقَرَأَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ ، لاَ يَمُرُّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلاَّ وَقَفَ فَسَأَلَ ، وَلاَ يَمُرُّ بِآيَةِ عَذَابٍ إِلاَّ وَقَفَ فَتَعَوَّذَ ، قَالَ : ثُمَّ رَكَعَ بِقَدْرِ قِيَامِهِ ، يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ : سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ (رواه ابو داود والنسائي)

Dari Auf bin Malik Al-Asyja’i ia berkata, “Aku shalat malam bersama Rasulullah saw. lalu berliau berdiri dan membaca surah Al-Baqarah, beliau tidak melewati ayat rahmat kecuali beliau berhenti lalu meminta pertolongan, dan beliau tidak melewati ayat adzab kecuali beliau berhenti lalu meminta perlindungan. Ia berkata, kemudian beliau ruku’ (yang lamanya) kira-kira selama ketika waktu berdirinya seraya mengucapkan di dalam ruku’nya “Subhaana dzil jabaruti wal malakuti wal kibriyaa’i wal ‘adzamati/ Maha suci dzat yang mempunyai keperkasaan, kerajaan penuh, kesombongan, dan keagungan (HR. Abu Daud dan An-Nasai)

Dari berbagai ragam bacaan ruku’ tersebut inti bacaanya adalah memuji keagungan Allah swt.

Baca Juga :  Ini Doa yang Wajib Dibaca Setelah Takbir Ketiga Salat Jenazah

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ (رواه مسلم)

Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Tuhan di dalamnya.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar mengatakan bahwa hadist tersebut menunjukkan bahwa ketika ruku’ diperbolehkan membaca tasbih untuk mengagungkan Allah swt. dengan lafadz apapun. Namun, bacaan yang paling afdhal adalah mengomparasikan semua bacaan dzikir tersebut di atas, sekiranya tidak memberatkan orang lain (ketika menjadi imam). Dan diutamakan membaca tasbih dari tasbih-tasbih yang ada. Jika ingin membaca tasbih yang paling ringkas, maka disunnahkan membaca tasbih yang minimal yang paling sempurna adalah membaca tiga kali tasbih. Jika ingin meringkas lagi, maka boleh membaca satu kali tasbih saja. Imam Nawawi juga menambahkan bahwa disunnahkan jika ingin meringkas sebagian saja, maka ia disunnahkan untuk membaca tasbih sebagian di satu waktu, dan di kesempatan lainnya membaca sebagian bacaan tasbih yang lainnya hingga ia dapat mengamalkan semua bacaan tasbih (sebagaimana tersebut di atas.).

Demikian ragam bacaan tasbih yang dapat dibaca ketika ruku’. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here