Hukum Puasa Syawal di Hari Sabtu

0
3341

BincangSyariah.Com – Puasa Syawal bisa dilakukan kapan saja selama bulan Syawal, kecuali pada tanggal satu bulan tersebut. Pada hari itu, umat Muslim dilarang berpuasa dengan alasan apa pun. Karena satu Syawal adalah hari raya umat Muslim. Dengan kata lain, seseorang bisa berpuasa Syawal dari mulai hari Senin hingga Minggu. Boleh memilih kapan ia bisa dan berkehendak.

Namun sebagian kalangan ada yang mempermasalahkan puasa syawal di hari Sabtu. Mereka berpendapat bahwa hari Sabtu hanya bisa untuk berpuasa yang wajib saja (Ramadan misalnya), tidak dengan puasa sunnah. Mereka berkibalat pada hadis yang berbunyi:

لاَ تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلاَّ فِيمَا افْتُرِضَ عَلَيْكُمْ

Janganlah engkau berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan bagi kalian.

Pakar ‘ilal hadis (yang mengetahui seluk beluk cacat hadis) yaitu Yahya bin Sa’id enggan memakai hadis larangan berpuasa pada hari Sabtu dan beliau enggan meriwayatkan hadis itu. Hal ini menunjukkan lemahnya (daifnya) hadis larangan berpuasa pada hari Sabtu.

Begitupun dengan Al Atsram yang menyatakan bahwa hadis tentang pelarangan puasa pada hari Sabtu tersebut dihapus (mansukh), sehingga sudah tidak berlaku lagi untuk kehidupan sehari-hari. Sedangkan ulama lainnya mengatakan dalam Iqtidha Ash-Shiratil Mustaqim bahwa hadis tersebut syadz, yaitu berselisih dengan hadis yang lebih kuat.

Ibnu Qayyim rahimahullah dalam Zaadu al-Ma’ad memaparkan bahwa larangan puasa pada hari Sabtu adalah larangan menyendirikan berpuasa pada hari tersebut. Seperti halnya Abu Isa Tirmidzi menuliskan dalam Jaami’ At-Tirmidzi:

وَمَعْنَى كَرَاهَتِهِ فِى هَذَا أَنْ يَخُصَّ الرَّجُلُ يَوْمَ السَّبْتِ بِصِيَامٍ لأَنَّ الْيَهُودَ تُعَظِّمُ يَوْمَ السَّبْتِ 

“Makna hadis larangan puasa hari Sabtu menunjukkan makna makruh jika seseorang mengkhususkan puasa pada hari tersebut karena orang Yahudi mengagungkan hari Sabtu tersebut.”

 Hadis tersebut berlaku jika seseorang berpuasa hari Sabtu saja, tanpa berbarengan dengan hari sebelumnya atau sesudahnya. Karena jika berpuasa hanya pada Sabtu dikhawatirkan menyerupai orang Yahudi yang mengangungkan hari Sabtu.

Baca Juga :  Hewan yang Kakinya Patah Setelah Dibeli, Apakah Boleh Dijadikan Kurban?

Keterangan di atas jelas menjadi hujjah bahwa puasa Syawal boleh dilakukan pada hari Sabtu. Puasa Syawal dilakukan karena disyariatkan untuk berpuasa, bukan karena mengagungkan hari Sabtu. Dari Ummu Salamah, ia berkata:

كان أكثر صومه السبت و الأحد و يقول : هما يوما عيد المشركين فأحب أن أخالفهم

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad.” Beliau pun berkata, Kedua hari tersebut adalah hari raya orang musyrik, sehingga aku pun senang menyelisihi mereka.

Dari hadis tersebut kita dapat melihat bahwa Rasulullah pun berpuasa pada hari Sabtu. Berpuasa sunnah, bukan hanya puasa wajib. Apalagi dengan hari yang memang disyariatkan untuk berpuasa. Seperti puasa pada Ayyamul bidh (13,14,15 setiap bulannya), puasa Arafah, puasa Asyuro dan puasa Syawal selama enam hari.

Jika bertepatan dengan hari Sabtu, maka tidak ada larangan untuk berpuasa. Karena sejatinya seseorang berpuasa karena disyariatkan untuk berpuasa, bukan untuk memuliakan hari Sabtu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here