Sepuluh Perkara yang Membatalkan Puasa

0
879

BincangSyariah.Com- Untuk menyambut bulan Ramadhan, yang di dalamnya semua umat islam diwajibkan untuk berpuasa, perlu kiranya kita mengetahui apa saja perkara yang membatalkan puasa dan pahala puasa, agar kita lebih berhati-hati untuk menjauhi hal tersebut.

Dalam kitab Fathul Qaribul Mujib yang merupakan salah satu kitab fiqh klasik karya ulama pembesar madzhab Syafi’iyyah yakni Al-Allamah al-Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi (859-918 H). Kitab ini merupakan syarah (penjelas) atas matan kitab al-Taqrib karangan al-Qadhi Abu Syuja’ al-Asfihani. Dijelaskan di dalamnya ada sepuluh perkara yang membatalkan puasa:

1. Masuknya benda ke dalam tubuh dengan sengaja melalu lubang yang terbuka (mulut, hidung, dan lain-lain).

Seperti yang sudah kita tahu bahwa definisi dari shaum puasa adalah imsak atau menjaga, menahan sesuatu agar tidak masuk ke dalam tubuh kita. Baik itu berupa makanan, minuman, obat-obatan, atau segala macam benda lainnya. Sebagaimana dalam Alquran Allah Swt. berfirman;

Makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam… (QS. Albaqarah, 2: 187)

Adapun jika kita melakukan aktivitas di atas tanpa sengaja, maka kita diwajibkan melanjutkan puasa tersebut sampai selesai tanpa harus mengqadanya. Hal ini berlandaskan hadis Rasulullah Saw.;

Jika lupa sehingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah SWT yang memberinya makan dan minum” (HR. Bukhari-Muslim)

2. Masuknya benda ke dalam tubuh dengan sengaja melalu lubang yang tertutup, seperti benda yang masuk ke otak melalui kepala. Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah bahwa orang yang berpuasa wajib mencegah sesuatu yang bisa masuk ke dalam anggota tubuh.

3. Mengobati orang yang sakit melalui dua jalan (qubul dan dzubur)

Baca Juga :  Apakah Mengganti Salat Wajib Harus pada Waktunya?

4. Muntah dengan sengaja, namun apabila tidak disengaja maka hukumnya tidak batal. Berlandaskan hadis Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya menqadha puasanya. Dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya menqadha puasanya” (Hadits Riwayat Abu Daud 2/310, At-Tirmidzi 3/79, Ibnu Majah 1/536, dan Ahmad 2/498

5. Berjimak, Bersetubuh, melakukan hubungan seksual dengan sengaja. Namun tidak batal apabila lupa (kalau sedang puasa) seperti yang disampakan oleh Ibnul Qayyim dalam Kitabnya (Zaadul Ma`ad 2/66): Alquran menunjukkan bahwa Jima` membatalkan puasa seperti halnya makan dan minum, tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini.

Bagi pasangan yang dengan sengaja melakukan Jimak saat berpuasa, maka diwajibkan baginya membayar kafarat yaitu memerdekakan budak mukmin. Apabila dia tidak sanggup atau tidak menemukannya, maka wajib baginya berpuasa di luar puasa Ramadhan selama dua bulan berturut-turut, dan apabila ia tidak mampu juga maka diwajibkan membayar fidyah untuk 60 orang fakir atau miskin. Dan bagi tiap-tiap orang miskin mendapatkan satu mud dari makanan yang mencukupi untuk zakat fitrah.

Apabila ia tidak mampu semuanya, maka kafarat tersebut tidak gugur dan tetap menjadi tanggungannya. Dan pada saat ia ada kemampuan untuk membayar dengan cara mencicil, maka lakukan saja dengan segera.

6. Keluar mani karena bertemunya dua kulit (antara laki-laki dan perempuan) walaupun tanpa berjima’. Diharamkan apabila mengeluarkannya dengan tangan, namun tidak diharamkan seumpama dikeluarkan dengan tangan istrinya atau budaknya (tapi tetap termasuk perkara yang membatalkan puasa). Adapun keluar mani tanpa disengaja seperti karena mimpi maka itu tidaklah batal.

7. Haid, yaitu darah yang keluar dari kemaluan perempuan yang sudah menginjak usia batas minimal 9 tahun. Adapun waktu haid paling cepat selama sehari semalam (24 jam). Umumnya darah haid keluar selama satu minggu, dan paling lama masa haid selama 15 hari.

Baca Juga :  Kesunahan Ziarah ke Pemakaman Baqi saat Haji

8. Nifas, adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Adapun darah yang keluar sebelum melahirkan atau bersamaan dengan waktu melahirkan bukan termasuk darah nifas, akan tetapi disebut darah istihadhah.

Batasan minimal dari darah nifas adalah setetes dalam waktu sebentar. Apabila setelah itu tidak ada lagi darah yang keluar, maka ia suci dan harus mandi besar. Dan apabila setelah melahirkan tidak ada darah yang keluar, maka  status wanita tersebut suci dan  tetap harus mandi besar karena wiladah (keluarnya anak) yang berasal dari mani suami istri.

Masa nifas biasanya 40 hari. Sedangkan paling lama adalah 60 hari. Dengan demikian wanita yang keluar darah selama masa nifas maka hukumnya si wanita tidak diperbolehkan melakukan shalat dan puasa.

9. Hilang Akal. Ada beberapa ciri orang hilang akal yang masuk dalam perkara yang membatalkan puasa:

Pertama, gila. Orang hilang akal yang menyebabkan dirinya tidak bisa membedakan perkara halal dan haram, Perkara baik dan tidak baik, maka dia dianggap sudah keluar dari kewajiban (mukallaf) dan dihukumi sama halnya seperti bayi.

Kedua, Mabuk dan pingsan. Jika  disengaja,  maka  mabuk  dan pingsan  membatalkan  puasa  biarpun  sebentar. Seperti  dengan sengaja  mencium  sesuatu  yang  ia tahu  kalau  ia  menciumnya  pasti mabuk atau pingsan. Jika mabuk dan pingsannya adalah tidak  disengaja  maka  akan  membatalkan  puasa  jika  terjadi  seharian  penuh.

Tetapi  jika  dia  masih merasakan  sadar  walau  hanya  sebentar  di  siang  hari  maka  puasanya  tidak  batal.  Misal  mabuk kendaraan  atau  mencium   sesuatu yang  ternyata  menjadikannya  mabuk    atau  pingsan  sementara  ia  tidak  tahu  kalau  hal  itu  akan  memabukkan atau  menjadikannya pingsan.  Maka  orang  tersebut tetap sah puasanya asalkan sempat tersadar  di  siang  hari  walaupun sebentar.

Baca Juga :  Hukum Berkurban dengan Menggunakan Ayam

10. Murtad, yaitu melakukan sesuatu hal yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam dengan (semisal) mengingkari keberadaan Allah Swt. sebagai zat tunggal. Jika terjadi di saat ia sedang melaksanakan ibadah puasa, maka otomatis hal ini masuk dalam perkara yang membatalkan puasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.