Perbedaan Tata Cara Tahallul Awal dan Tahallul Kedua

0
74

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa haji memiliki dua tahallul, yaitu tahallul awal dan tahallul tsani atau tahallul kubro. Menurut ulama Syafiiyah, perbedaan mengenai tata cara tahallul awal dan tahallul kedua atau kubro adalah sebagai berikut;

Pertama, tahallul awal sudah dinilai terlaksana jika seseorang telah melakukan dua di antara tiga hal ini, yaitu melempar jumrah ‘aqabah, menyembelih hewan kurban, dan mencukur atau memotong rambut.

Tata cara tahallul awal adalah dengan bercukur atau menggunting rambut yang dilakukan lebih awal ketika sudah sampai di Mina setelah mabit dari Muzdalifah pada 10 Zulhijjah, yang dilanjutkan dengan melontar Jumratul Aqabah. Begitu jamaah haji sudah melakukan tahallul awal, maka ia sudah boleh melepas kain ihramnya dan dihalalkan baginya melakukan segala larangan ihram, kecuali hubungan suami isteri dan melakukan akad nikah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

التَّحَلُّل الأْصْغَرُ، وَيُسَمَّى أَيْضًا: التَّحَلُّل الأْوَّل وَيَكُونُ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ بِفِعْل أَمْرَيْنِ مِنْ ثَلاَثَةٍ: رَمْيِ جَمْرَةِ الْعَقَبَةِ، وَالنَّحْرِ، وَالْحَلْقِ أَوِ التَّقْصِيرِ. وَيُبَاحُ بِهَذَا التَّحَلُّل لُبْسُ الثِّيَابِ وَكُل شَيْءٍ مَا عَدَا النِّسَاءَبِالإْجْمَاعِ وَالطِّيبَ عِنْدَ الْبَعْضِ، وَالصَّيْدَ عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ

Tahallul ashghar, juga disebut tahallul awal, menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah terlaksana dengan melakukan dua di antara tiga hal ini, yaitu melempar jumrah aqabah, menyembelih hewan kurban, dan mencukur atau memendekkan rambut kepala. Dengan tahallul ini (tahallul awal), maka dibolehkan memakai baju dan melakukan apa saja kecuali melakukan jimak menurut kesepakatan para ulama. Menurut sebagian ulama, juga (dilarang) memakai minyak wangi, dan dilarang juga berburu menurut ulama Malikiyah.

Kedua, tahallul kedua terlaksana dengan melakukan tiga hal ini dengan sempurna, yaitu melempar jumrah aqabah, mencukur atau memendekkan rambut, dan melakukan thawaf ifadhah. Jika tiga hal ini telah selesai dilakukan, maka  seluruh larangan-larang ihram boleh dilakukan, termasuk berhubungan suami istri dan akad nikah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَحُصُول التَّحَلُّل الأْكْبَرِ بِاسْتِكْمَال الأْفْعَال الثَّلاَثَةِ: رَمْيُ جَمْرَةِ الْعَقَبَةِ، وَالْحَلْقُ، وَطَوَافُ الإْفَاضَةِ الْمَسْبُوقُ بِالسَّعْيِ مَحَل اتِّفَاقِ الْفُقَهَاءِ، وَبِهِ تُبَاحُ جَمِيعُ مَحْظُورَاتِ الإْحْرَامِ بِالإْجْمَاعِ

Tahallul akbar terlaksana dengan sempurna melakukan tiga hal berikut; Melempar jumrah aqabah, mencukur atau memendekkan rambut, dan melakukan thawaf ifadhah setelah didahului dengan pelaksanaan sa’i menurut kesepakatan para ulama fiqih. Dengan tahallul akbar ini, maka dibolehkan melakukan seluruh larangan ihram dengan kesepakatan para ulama.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here