Perbedaan Cara Niat Puasa Menurut 4 Mazhab

0
466

BincangSyariah.Com – Niat tetap menduduki di posisi paling depan dalam semua ibadah. Termasuk dalam puasa. Dalam artian, niat menjadi penentu utama sah-tidaknya suatu pekerjaan ibadah. Baik sah secara pekerjaan atau sah secara pahala.

Niat puasa memiliki sedikit perbedaan dengan niat ibadah lain. Biasanya yang namanya niat pasti bersamaan dengan pekerjaan. Namun, untuk puasa niatnya mendahului pekerjaannya. Puasa itu menahan dari lapar dan dahaga semenjak terbit fajar. Sedangkan niat puasa ia justru harus dibaca malam hari.

Dalam menyikapi niat puasa, ulama empat mazhab memiliki beberapa perbedaan yang amat mencolok. Berikut ini pendapat empat mazhab:

Pertama, Imam Syafi’ie dan Imam Ahmad Bin Hambal. Menurut keduanya, niat puasa Ramadhan wajib dibaca (dalam hati) pada waktu malam. Yaitu mulai masuk waktu maghrib sampai jelang subuh. Berbeda dengan puasa sunah, sah-sah saja dibaca siang hari. Asal sebelum matahari tergelincir (Masuk waktu duhur).

Untuk puasa fardu, keduanya berlandaskan hadits dari Sayyidah Hahshoh ra.,

من لم يبيت الصيام قبل الفجر فلا صيام له

Man lam yubayyitish shiyam qoblal fajri fala siyama lahu (HR. Al-Khomsah, Bulughul Marom)

Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum terbit fajar (Fajar Shodiq/subuh), maka puasanya tidak sah.

Untuk puasa sunah, didasarkan pada hadits nabi dari Sayyidah Aisyah ra.,

دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال هل عندكم شيئ قلنا لا قال فاني اذا صائم

Dakhola alayya annabiyyu shollaallahu alaihi wasallama dzata yaumin faqola: hal indakum syai’un? Qulna : La. Qola : fainni idzan shoimun (HR. Muslim, Bulughul Marom)

Suatu hari Nabi Muhammad Saw. menemuiku. Lalu beliau bertanya: adakah kamu memiliki sesuatu (makanan)? Kami menjawab : tidak ada. Lalu beliau bersabda: Jika demikian, maka aku akan puasa (sunah).

Kedua, Imam Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya. Menurut beliau, sah-sah saja berniat di malam hari atau siang hari sebelum tergelincirnya matahari. Namun ini khusus puasa wajib yang sudah memiliki waktu tertentu seperti ramadhan dan puasa nadzar yg ditentukan. Untuk puasa sunah, mutlak. Dalam artian semua puasa sunah bisa berniat di siang hari sebelum matahari tergelincir.

Baca Juga :  Tata Cara Niat Puasa Muharam

Mazhab ini berlandaskan firman Allah Swt. dalam Surat Al-Baqoroh (2) : 187,

وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ  ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ

Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.

Menurut mazhab kedua ini, Allah Swt. membolehkan makan dan minum sampai terbit fajar. Lalu setelah itu memberikan perintah untuk puasa. Dalam artian, niat puasa boleh dilakukan siang hari.

Adapun hadits di atas (dari Sitti Hafshoh), hanya berkenaan dengan fadhilah puasa. Dalam artian, jika berniat setelah terbit fajar, maka keutamaan puasanya menjadi nol. Atau hadits tersebut menunjukkan pada larangan berniat puasa sebelum masuk waktu maghrib. Artinya, saat hari selasa misalkan, tidak boleh berniat keesokan harinya (Rabu).

Ketiga, Imam Malik dan sahabat-sahabatnya. Menurut beliau, andaikata ada orang yg berniat pada malam pertama ramadhan bahwa ia akan berpuasa sebulan penuh, maka puasa orang ini hukumnya sah. Dalam artian satu bulan penuh ia hanya berniat satu kali, yaitu pas malam pertama bulan puasa, puasanya sah. Niat puasa tidak perlu dibaca tiap malam. Jika diulang-ulang, maka hukumnya sunah.

Mazhab ini mengqiyaskan niat puasa dengan niat sholat dan haji. Dalam artian, saat sholat tidak usah berniat tiap rokaat.

Lalu, bagaimana jika saat berniat sebulan penuh, tiba-tiba di tengah bulan haid atau ditimpa sesuatu yang dianjurkan tidak puasa, apa tetap wajib mengulang niat tiap malamnya? Mereka menjawab (mazhab ketiga), wajib berniat lagi di sisa hari bulan ramadhan. (Lihat Ibanatul Ahkam Juz 2, hal. 376-378)

Allah Ta’ala A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here