Perbanyaklah Tiga Ibadah Ini Selama Bulan Ramadhan

0
1179

BincangSyariah.Com – Imam Izzuddin bin Abdissalam di dalam kitabnya Maqashidus Shaum bab keenam menerangkan bahwa ada tiga hal yang disunnahkan untuk kita tingkatkan dan perbanyak di bulan Ramadhan. Tiga hal itu adalah sebagai berikut.

Pertama. I’tikaf, yakni berdiam diri di dalam masjid, meskipun sejenak sekedar thuma’ninah dengan niat karena Allah swt. Allah swt. berfirman

وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!” (Q.S. Al-Baqarah/2: 125)

….. وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ…..

…. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid …. (Q.S. Al-Baqarah/2: 187)

Imam Izzuddin menerangkan bahwa sejatinya i’tikaf adalah kunjungan Allah swt. di rumah Nya dari di antara rumah-rumah Nya dan memutuskan untuk berada di dalamnya. Dan hak seorang yang dikunjungi adalah memuliakan orang yang mengunjunginya. Begitulah yang telah diterangkan oleh Nabi saw. di dalam hadis shahih bahwa orang yang pagi hari menuju atau pergi masjid, maka Allah telah menyiapkan baginya tempat di surga.

Adapun i’tikaf yang sangat dianjurkan atau disunnahkan adalah pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan karena untuk mencari lailatul qadr dan Rasulullah saw. pun di akhir hayatnya sering melakukannya. Aisyah r.a. berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ، حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ أخرجه البخاري

Baca Juga :  Disunahkan Berpuasa Selama di Madinah

Bahwasannya Nabi saw. selalu beri’tikaf di sepuluh akhir dari bulan Ramadhan sampai Allah memanggilnya, kemudian istri-istrinya (melanjutkan) i’tikaf setelahnya. (H.R. Al-Bukhari)

Dan di dalam riwayat lainnya, Aisyah r.a. berkata

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ أخرجه البخاري

“Nabi saw. ketika masuk sepuluh (akhir di bulan Ramadhan) akan mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (H.R. Al-Bukhari)

Maksud dari mengencangkan sarungnya menurut imam Izzuddin merupakan kiasan dari tidak bersenang-senang (jima) dengan istrinya. Ada pula yang mengatakan hal itu adalah ungkapan untuk kesungguhan dalam beribadah.

Aisyah r.a. juga meriwayatkan hadis

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ. رواه مسلم

Rasulullah saw. berusaha (menghidupkan malamnya) di sepuluh akhir (di bulan Ramadhan) beribadah yang tidak diusahakan di (malam-malam) lainnya. (H.R. Muslim)

Kedua dan ketiga. Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan menyedekahkan harta.

Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah saw adalah manusia yang paling dermawan terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril a.s. menemuinya, dan Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling dermawan dengan berbuat baik  daripada angin yang berhembus(H.R. Bukhari)

Di dalam riwayat lainnya juga disebutkan bahwa malaikat Jibril mengajarkan kepada Rasulullah saw. Al-Qur’an di setiap Ramadhan satu kali. Dan pada tahun Nabi saw. menjelang wafat, Jibril mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi saw. dua kali.

Baca Juga :  Anjuran Membasuh Dagu dan Jenggot Saat Wudhu

Demikianlah tiga hal yang dianjurkan untuk diperbanyak dan ditingkatkan selama bulan suci Ramadhan. Semoga kita dapat mengamalkannya. Aamiin. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here