Penyebab dan Tata-Cara Sujud Sahwi

6
27609

BincangSyariah.Com – Selain dua sujud dalam setiap rakaat shalat, terdapat pula sujud yang dilakukan di akhir shalat sebelum salam karena sebab tertentu, yaitu yang disebut dengan sujud sahwi. Dalam kitab Alfiqh al-Manhaji disebutkan bahwa sujud sahwi adalah sujud dilakukan karena terjadi kesalahan dalam pelaksanaan shalat, baik disengaja atau lupa, sehingga kesalahan tersebut perlu diperbaiki dengan cara sujud sahwi.

Adapun hukum sujud sahwi sendiri adalah sunah sehingga apabila tidak dilakukan tidak menyebabkan shalat batal. Hal ini karena sujud sahwi dianjurkan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam shalat bukan karena meninggalkan perkara yang wajib atau rukun dalam shalat. Pensyariatan sujud sahwi ini didasarkan pada hadis riwayat Imam Muslim dari Sa’id al-Khudri, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat, maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka dia telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.”

Selanjutnya dalam kitab Alfiqh al-Manhaji disebutkan bahwa ada empat hal yang menyebabkan disunahkan sujud sahwi;

Pertama; meninggalkan sebagian sunah ab’adh shalat. Seperti meninggalkan tasyahud awal atau qunut.

Kedua; ragu dalam jumlah bilangan rakaat shalat. Seperti ragu apakah sudah shalat tiga atau empat rakaat.

Baca Juga :  Melakukan Shalat Sunah Setelah Witir, Masih Bolehkah.?

Ketiga; melakukan perbuatan yang membatalkan shalat ketika dilakukan dengan sengaja, namun tidak membatalkan ketika dilakukan karena lupa. Seperti shalat melebihi jumlah rakaat asalnya.

Keempat; memindah rukun shalat, sunah ab’adh atau membaca surah pada lain tempatnya. Seperti membaca Alfatihah pada saat tasyahud, membaca qunut pada saat ruku’, atau membaca surah Alquran setelah Alfatihah pada saat i’tidal.

Ketika seseorang melakukan salah satu di antara empat penyebab di atas, maka dia disunahkan melakukan sujud sahwi di akhir shalat sebelum salam. Ulama syafiiyah mensunahkan sujud sahwi dilakukan sebelum salam bukan setelah salam, apa pun penyebabnya. Mereka mengatakan bahwa sujud sahwi disyariatkan untuk memperbaiki shalat sehingga harus dilakukan pada saat sedang berada dalam shalat, bukan setelah keluar dari shalat.

Sedangkan bentuk sujud sahwi sama dengan bentuk sujud dalam setiap rakaat shalat, yaitu dua sujud dan membaca tasbih. Hanya saja dalam sujud sahwi harus berniat melakukan sujud sahwi dengan diucapkan dalam hati bukan lisan. Apabila dilafalkan dengan lisan maka shalatnya batal. Gambaran ringkas tata-cara sujud sahwi adalah sebagai berikut;

  1. Setelah membaca tasyahud akhir, niat sujud sahwi dalam hati
  2. Kemudian sujud sahwi pertama dengan membaca tasbih
  3. Duduk iftirasy setelah sujud sahwi pertama
  4. Kemudian sujud sahwi kedua dengan membaca tasbih
  5. Dudud tawarruk setelah sujud sahwi kedua
  6. Kemudian salam

Bacaan tasbih dalam sujud sahwi apabila penyebabnya karena lupa melakukan salah satu di antara empat penyebab di atas, maka disunahkan membaca kalimat berikut;

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

“Subhana man la yanamu wa la yashu (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa).”

Sedangkan apabila ada unsur kesengajaan, maka disunahkan membaca istighfar dengan membaca kalimat berikut;

Baca Juga :  Apakah Duduk di Antara Dua Khutbah Wajib Thuma’ninah?

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Subhanaka allahumma robbana wa bihamdika, allahumma ighfirli (Maha Suci Engkau Ya Allah, Tuhan kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku)

6 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Selain dua sujud dalam setiap rakaat shalat, terdapat pula sujud yang dilakukan di akhir shalat sebelum salam karena sebab tertentu, yaitu yang disebut dengan sujud sahwi. Ketika kita hendak melakukan dua sujud shalat dalam setiap rakaat, kita tidak perlu melakukan niat. Namun bagaimana jika kita hendak melakukan sujud sahwi, apakah kita wajib melakukan niat terlebih dahulu? (Penyebab dan Tata Cara Sujud Sahwi) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here