Penyandang Disabilitas Rungu Tidak Mendengar Khutbah Jumat, Apakah Boleh Baginya Berzikir?

0
328

BincangSyariah.Com –Pada saat khatib Jumat menyampaikan khutbah, kita diwajibkan untuk mendengarkan dengan seksama dan khusyuk. Sebaliknya, kita dilarang untuk melakukan perbuatan yang menyibukkan kita dari mendengarkan khutbah, seperti berbicara, main hp atau mengedarkan kotak amal, bahkan membaca al-Quran dan berzikir. Namun bagaimana dengan penyandang disabilitas rungu yang tidak mendengar khutbah Jumat, apakah boleh baginya sibuk berzikir saat khutbah sedang disampaikan oleh khatib?

Menurut kebanyakan ulama Syafiiyah, bagi seseorang yang tidak mendengar khutbah Jumat, baik karena jauh atau karena tuli, maka tetap diwajibkan baginya untuk diam dan mendengarkan khutbah serta tidak menyibukkan diri dengan membaca al-Quran, zikir atau shalawat kepada Nabi saw.

Sementara itu, menurut sebagian ulama Syafiiyah yang lain, seseorang yang tidak mendengar khutbah Jumat, maka baginya tidak wajib diam serta khidmah mendengarkan. Bahkan pada saat seseorang tidak mendangar khutbah Jumat, baik karena jauh atau tuli, maka disunahkan baginya untuk menyibukkan dengan berzikir kepada Allah, membaca al-Quran atau membaca shalawat kepada Nabi saw.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin berikut;

وفي وجوب الإنصات على من لا يسمع الخطبة ، وجهان . أحدهما : لا يجب . ويستحب أن يشتغل بالذكر ، والتلاوة . وأصحهما : يجب ، نص عليه وقطع به كثيرون

“Kewajiban mendengarkan atas orang yang tidak mendengarkan khutbah, ada dua pendapat. Pertama, tidak wajib dan disunahkan menyibukkan diri dengan zikir dan membaca al-Quran. Kedua dan ini yang paling shahih, wajib mendengarkan. Hal ini yang dikatakan dengan tegas dan dikatakan oleh kebanyakan ulama.”

Dengan demikian, jika mengikuti pendapat ulama Syafiiyah yang membolehkan berzikir bagi orang yang tidak mendengar khutbah, maka penyandang disabilitas rungu juga dibolehkan untuk berzikir. Bahkan dalam mazhab Hanabilah disebutkan dengan tegas bahwa orang yang tidak mendengar khutbah, maka boleh baginya untuk berzikir dan membaca al-Quran.

Baca Juga :  Tiga Hal yang Menghapus Segala Dosa dan Meningkatkan Derajat

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Alauddin al-Mardawi dalam kitab al-Inshaf fi Ma’rifati al-Rajih min al-Khilaf ‘ala Mazhab al-Imam Ahmad bin Hanbal berikut;

يجوز  لمن بعد عن الخطيب ولم يسمعه الاشتغال بالقراءة والذكر خفية وفعله افضل

“Boleh bagi orang yang jauh dari khatib dan tidak mendengar khutbah, agar dia menyibukkan diri dengan membaca al-Quran dan berzikir dengan pelan. Dan perbuatannya ini lebih baik.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here