Jika Terkena Penyakit Menular, Apakah Boleh Tidak Shalat Jumat?

0
1259

BincangSyariah.Com – Di antara uzur yang menggugurkan kewajiban melaksanakan shalat Jumat adalah sakit. Ketika seseorang sakit dan membutuhkan istirahat, maka dia tidak wajib melaksanakan shalat Jumat di masjid. Meski demikian, dia tetap wajib melaksanakan shalat Dzuhur. Namun bagaimana jika terkena penyakit menular, seperti kusta dan lainnya, apakah boleh tidak shalat Jumat di masjid?

Jika seseorang terkena penyakit menular, seperti kusta dan lainnya, maka baginya boleh tidak melaksanakan shalat Jumat di masjid. Bahkan jika dikhawatirkan menular kepada orang lain, maka dia tidak boleh melaksanakan shalat di masjid, baik untuk melaksanakan berjemaah shalat Jumat dan shalat wajib lainnya. (Ini Tujuh Amalan Sunah di Hari Jumat)

Menurut Imam Qadhi Iyadh dan sebagian besar ulama, jika seseorang terkena penyakit menular, maka dia dilarang bergaul dengan masyarakat. Begitu juga dia dilarang memasuki masjid untuk melaksanakan shalat Jumat dan shalat wajib lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiatul Jamal berikut;

فقد نقل القاضي عياض عن العلماء منع الأجذم والأبرص من المسجد، ومن اختلاطهما بالناس

Imam Qadhi Iyadh menukil dari para ulama terkait kewajiban melarang orang yang terkena kusta dan lepra untuk memasuki masjid, juga dilarang berbaur dengan masyarakat.

Dalam kitab Asnal Mathalib juga disebutkan sebagai berikut;

وقد نقل القاضي عياض عن العلماء أن المجذوم والأبرص يمنعان من المسجد ومن صلاة الجمعة ومن اختلاطهما بالناس

Imam Qadhi Iyadh menukil dari para ulama bahwa orang yang terkena kusta dan lepra dilarang untuk memasuki masjid dan melaksanakan shalat Jumat, juga dilarang berbaur dengan masyarakat.

Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat diketahui bahwa orang yang terkena penyakit menular tidak memiliki kewajiban melaksanakana shalat Jumat di masjid. Bahkan dia hendaknya tidak berbaur dengan masyarakat agar penyakitnya tidak menular kepada orang lain. Sementara biaya hidupnya wajib diambilkan dari baitul mal atau uang negara.

Baca Juga :  Hukum Shalat Tanpa Penutup Kepala, Apakah Membatalkan Shalat?

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj berikut;

ومن ثم منع نحو أبرص وأجذم من مخالطة الناس وينفق عليهم من بيت المال

Dari itu, orang yang terkena umpama penyakit kusta dan lepra dilarang berbaur dengan masyarakat dan ia dinafakahi dari baitul mal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here