Penjelasan dan Tata Cara Shalat Iftitah

7
5431

BincangSyariah.Com – Sebelum kita melaksanakan shalat sunnah di malam hari atau qiyamul lail seperti shalat tahajud dan lainnya, kita dianjurkan terlebih dahulu untuk melakukan shalat sunnah yang dikerjakan secara ringan dan sederhana. Maksud ringan di sini adalah shalat dua rakaat tanpa membaca ayat atau surah Al-Quran setelah membaca surah Al-Fatihah. Sebagian ulama menyebut shalat dua rakaat yang ringan ini dengan shalat iftitah atau shalat pembuka. (Baca: Doa Setelah Membaca Surah Al-Fatihah)

Terdapat banyak hadis yang menjelaskan tentang kesunnahan melaksanakan shalat iftitah ini. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Muslim dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

كَانَ رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذا قَامَ من اللَّيْل ليُصَلِّي افْتتح صلَاته بِرَكْعَتَيْنِ خفيفتين

Rasulullah Saw apabila bangun untuk shalat malam, beliau mulai shalatnya dengan dua rakaat ringan.

Juga berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِذا قَامَ أحدكُم من اللَّيْل فليفتتح صلَاته بِرَكْعَتَيْنِ خفيفتين

Apabila kalian bangun untuk shalat malam, mulailah dengan shalat dua rakaat ringan.

Dua hadis ini dijadikan dasar oleh para ulama untuk terlebih dahulu melakukan shalat dua rakaat yang ringan sebelum memulai shalat malam. Menurut Imam Nawawi, shalat iftitah termasuk bagian dari shalat tahajud, hanya saja dikerjakan dengan ringan tanpa membaca ayat atau surah Al-Quran setelah membaca surah Al-Fatihah. Beliau berkata dalam kitab Syarh Shahih Muslim sebagai berikut;

وهذا دليل على استحباب افتتاح صلاة الليل بركعتين خفيفتين لينشط بهما لما بعدهما. والظاهر أن الركعتين من جملة التهجد

Hadis ini merupakan dalil dianjurkannya memulai shalat malam dengan dua rakaat ringan, sebagai pemanasan untuk shalat-shalat setelahnya. Yang jelas dua rakaat tersebut termasuk bagian dari shalat tahajud.

Baca Juga :  Tata Cara Shalat Sunnah Agar Terbebas dari Utang

Adapun tata cara pelaksanaan shalat iftitah adalah sebagai berikut;

Pertama, ketika takbiratul ihram niat melakukan shalat sunnah tahajud dua rakaat.

Kedua, setelah selesai takbiratul ihram dianjurkan membaca doa iftitah yang ringan dan pendek. Doa iftitah dimaksud adalah sebagai berikut;

سُبْحَانَ اللهِ ذِي اْلَمَلَكُوْتِ ، وَالْجَبَرَوت  ، وَالْكِبْرِيَاءِ ، وَالْعَظَمَةِ

Subhaanallaahi dzil malakuuti wal jabaruuti walkibriyaa-i wal ‘adzamah.

Maha Suci Allah, Dzat yang memilki kerajaan, kecukupan, kebesaran dan keagungan.

Ketiga, setelah membaca surah Al-Fatihah tidak perlu membaca ayat atau surah Al-Quran, baik pada rakaat pertama maupun kedua.

Setelah selesai melaksanakan shalat iftitah, maka kemudian kita dianjurkan untuk memulai shalat malam dengan bacaan yang panjang.

7 KOMENTAR

  1. Niat itu ibadah batin/hati. Nabi gak mensyariatkan niat dgn lafazh atau bersuara atau ada bacaannya bahkan membaca dalam hati sekaliapun. Cukup dgn hati saja. Tidak ada bacaan niat, Nabi tidak pernah berbuat demikian. Wallahu ‘alam bishshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here