Pengertian, Tugas, dan Hak Nazhir dalam Perwakafan

0
428

BincangSyariah.Com – Salah satu unsur wakaf adalah adanya nazhir. Lalu apa pengertian, tugas, dan hak nazhir dalam perwakafan itu?

Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya. (Lihat, UU No. 41 Tahun 2004, pasal 1.2.; PP No. 42 Tahun 2006, pasal 1.4.; dan PMA No. 4 Tahun 2009, pasal 1.4).

Adapun tugas nazhir adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan pengadministrasian harta benda wakaf;
  2. Mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi, dan peruntukannya;
  3. Mengawasi dan melindungi harta benda wakaf;
  4. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Kementrian Agama dan BWI. (lihat, PP No. 42 Tahun 2006, pasal 13).

Sementara itu, hak nazhir adalah sebagai berikut.

  1. Nazhir dapat menerima imbalan dari hasil bersih atas pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf yang besarnya tidak melebihi 10% (sepuluh persen).
  2. Nazhir memperoleh pembinaan dari Menteri Agama dan Badan Wakaf Indonesia. (Lihat UU No. 41 Tahun 2004).

Demikianlah pengertian, tugas, dan hak nazhir dalam perwakafan. Wa Allahu A’lam bis Shawab. Sumber: buku Handbook Tanya Jawab Wakaf Uang; Tim Penyusun Forum Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang Badan Wakaf Indonesia (BWI) halaman 4-5.

Baca Juga :  Prof. Dr. K.H. Muhammad Tolhah Hasan: Wafatnya "Imam Ghazali Indonesia"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here