Tata Cara Pengaturan Shaf dalam Shalat Jenazah

8
5084

BincangSyariah.Com – Sebagaimana pengaturan shaf salam shalat jamaah pada umumnya, shaf dalam shalat jenazah juga disunnahkan agar diluruskan dan dirapikan. Beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam pengaturan shaf shalat jenazah adalah hendaknya jumlah shaf tidak kurang dari tiga shaf. Hal ini didasarkan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Tiimidzi berikut ini:

مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوفٍ فَقَدْ أَوْجَبَ

Artinya: ‘Barangsiapa yang dishalatkan tiga shaf, maka dia wajib (mendapatkan surga) ‘. (HR: Tirmidzy, no. 1028). Al-Tirmidzi menjelaskan bahwa ini merupakan hadis hasan.

Dengan demikian, dalam setiap pelaksanaan shalat jenazah, selama masih memungkinkan untuk menjadikan jamaah sebanyak tiga shaf, hendaknya tidak dibuat kurang dari itu. Jika jumlah makmum lebih dari enam orang, maka jamaah dapat disusun menjadi tiga shaf. Seandainya jumlah jamaah kurang dari itu, maka dalam hal ini perlu diperhatikan bagaimana hukumnya jika jamaah shalat jenazah dibuat menjadi tiga shaf, tetapi ada barisan shaf yang hanya terdiri dari satu orang. (Baca: Hukum Melepas Ikatan Kain Kafan Jenazah)

Dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah (27/40) disebutkan,

إنّ بعض العلماء كره أن يكون الوحد صفّا, كما كرهوا إذا كانوا ثلاثة  أن يجعل ثلاثة صفوف بحيث يكون كلّ صف رجلا واحدا

Artinya: sebagian ulama memakruhkan jika satu orang dijadikan satu shaf, sama halnya jika jumlah makmum hanya tiga orang dan mereka dibuat menjadi tiga shaf, jadi satu shaf hanya terdiri dari satu orang.

Berdasarkan penjelasan di atas, shaf shalat jenazah dibuat menjadi tiga shaf selama memungkinkan tidak akan ada shaf yang hanya terdiri dari satu orang. Untuk dapat mempraktekkan seperti ini, maka minimal jumlah makmum adalah enam orang. Seandainya kurang dari itu, misalnya lima atau empat orang, maka jumlah shaf dibuat menjadi dua agar tidak ada shaf yang hanya terdiri dari satu orang saja.

Baca Juga :  Tata Cara Sholat Taubat

8 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Pada dasarnya, tata cara melaksanakan shalat ghaib sama dengan tata cara shalat jenazah pada umumnya, baik dari segi rukun maupun hal-hal yang disunnahkan. Yang berbeda hanya pada niatnya saja. Untuk lebih jelasnya, berikut tata cara melaksanakan shalat ghaib, sebagaimana disebutkan oleh Hasamuddin dalam kitab Shalatul Ghaib; Dirasah Fiqhiyah Muqaranah. (Baca: Tata Cara Pengaturan Shaf dalam Shalat Jenazah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here