Pakaian Najis Semua, Bolehkah Shalat dengan Telanjang?

2
1645

BincangSyariah.Com – Salah satu syarat sahnya salat adalah menutup aurat. Untuk laki-laki, auratnya dari pusar sampai lutut. Bagi perempuan, auratnya seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Aurat sendiri diartikan sebagai sesuatu yang wajib ditutupi di dalam ataupun di luar salat. Sesuatu yang dijadikan penutup aurat harus mencegah terlihatnya warna kulit. Dalam artian tidak transparan.

Salat yang dilakukan dalam ruangan yang gelap tetap harus menutup aurat. Ia tidak beralasan tidak ada orang yang melihat. Karena ruangan gelap tidak mencukupi syarat sebagai penutup aurat. Imam Taqiyuddin Abu Bakar Bin Muhammad AlHusaini berkata:

واما ستر العورة فواجب مطلقا حتى في الخلوة والظلمة على الراجح لان الله تعالى احق ان يستحيا منه

Waamma satrul ‘auroti fawajibun muthlaqon hatta filkholwati wadhulmati alarrajihi liannallaha ta’ala ahaqqu an yustahya minhu.

Adapun menutup aurat hukumnya adalah wajib secara muthlaq hingga di tempat sepi dan di tempat yang gelap menurut pendapat yang lebih rajih. Karena sesungguhnya Allah SWT. lebih berhak untuk disegani. (Kifayatul Akhyar Juz I)

Selain harus mencegah terlihatnya warna kulit, penutup aurat harus suci dari najis. Dalam artian tidak cukup jika hanya menutup aurat dengan sempurna, akan tetapi harus bersih. Sebaliknya, jika hanya suci tetapi tidak menutupi, itu juga tidak cukup.

Jika harus suci dan menutupi, lalu bagaimana andai pakaian kotor semua? Bolehkah salat dengan telanjang? Jika boleh, bagaimana hukum salatnya? Apakah harus diulang?

Ada dua pendapat yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan di atas. Pertama, orang yang pakaianya najis dan air tidak cukup atau tidak ada yang mau digunakan untuk mencuci, maka salatlah dalam keadaan telanjang. Salatnya dihukumi sah dan tidak perlu diulang. Kedua, salat dengan pakaian kotor tersebut. Akan tetapi wajib mengulanginya di lain kesempatan.  Dari kedua pendapat tersebut yang lebih diunggulkan adalah pendapat yang pertama. Tetap shalat meskipun keadaan telanjang. (Lihat Kitab Kifayatul Akhyar Just I) Allah Ta’ala A’lam.

Baca Juga :  Uzur untuk Tidak Shalat Berjamaah di Masjid


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here