Pahala Menunggu Waktu Shalat Berjamaah di Masjid

0
1392

BincangSyariah.Com – Menunggu waktu shalat berjamaah di masjid itu dihitung seperti orang yang sedang sholat. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Jika seseorang mendengar azan lalu bergegas ke masjid menunaikan dua rakaat shalat sunnah, lalu duduk menunggu waktu iqomah, maka lama waktu menunggu itu dihitung seperti sholat.

Nabi Saw. mengabarkan dalam sabdanya,

لاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَةٍ مَا دَامَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ، لاَ يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ إِلاَّ الصَّلاَةُ

“Salah seorang di antara kalian dianggap terus menerus di dalam sholat selama ia menunggu sholat di mana sholat tersebut menahan nya untuk pulang, tidak ada yang menahanya untuk pulang ke keluarganya kecuali sholat.” (H.R. Bukhari & Muslim)

Hadis ini menjadi kabar gembira bagi kita, orang yang menunggu sholat pahalanya seperti orang yang shalat. Bedanya dengan sholat, menunggu waktu shalat masih dibolehkan untuk berbicara. Begitu mudahnya mendapat kebaikan dan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala

Hanya dengan duduk di masjid menunggu waktu shalat sudah dihitung seperti shalat. Maka amat disayangkan jika sudah sampai di masjid setelah adzan berkumandang justru duduk-duduk di halaman atau teras masjid.

Andai saja masuk masjid, shalat sunnah dua rakaat lalu duduk menunggu iqamah, maka dengan hanya duduk ia dapat pahala shalat. Masih ada keuntungan lain bagi yang duduk di masjid menunggu sholat ini. Selama duduk menunggu saat itu pula malaikat mendoakan dia memohonkan ampunan kepada Allah.

Inilah yang dikabarkan Nabi Shalla Allahu ‘alaihi wa Sallam pada kita dalam sabdanya,

أَحَدُكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ فِيْ صَلاَةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَدْعُوْ لَهُ الْمَلاَئِكَةُ :اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Tidaklah seseorang diantara kalian duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci melainkan para Malaikat akan mendoakannya. “Ya Allah ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.” (H.R. Muslim)

Baca Juga :  Apakah Orang yang Setengah Gila Tetap Wajib Shalat ?

Ibnu Khuzaimah memberikan catatan doa malaikat itu diperoleh dengan dua syarat, yaitu tidak mengganggu orang lain selama dia duduk menunggu dan kedua ia dalam keadaan suci atau wudhunya tidak batal.

Ini adalah amalan sangat mudah dilakukan, tapi pahalanya sangat besar. Hanya dengan duduk dalam keadaan berwudhu untuk menunggu datang waktu sholat, maka seakan-akan berada dalam sholat dan para malaikat mendoakan dirinya agar Ia mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan kasih sayangnya.

Bahkan waktu antara adzan dan iqomah ini merupakan waktu paling mustajab untuk berdoa. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan dalam sabdanya.

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

“Sesungguhnya doa yang dipanjatkan diantara adzan dan iqomah tidak akan pernah ditolak, karena itu berdoalah.” (H.R. Ahmad)

Hal ini sekaligus petunjuk dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bahwa waktu sangatlah berharga dan hendaknya kita memanfaatkan waktu setiap detiknya. Karena orang yang menyia-nyiakan waktu disebut sebagai orang yang mendurhakai waktu.

Abdurrauf Muhammad Al Munawwir menegaskan setiap waktu yang berlalu tanpa diikuti dengan menaikkan hak, kewajiban, hal-hal penting tanpa diisi pula dengan syukur pada Allah dengan kebaikan dan ilmu, maka orang tersebut telah mendurhakai hari dan menzalimi diri sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here