Pahala Mendengarkan Bacaan Alquran

0
12565

BincangSyariah.Com – Mendengarkan bacaan Alquran, terutama di bulan Ramadan, pahalanya sama dengan orang membacanya. Bila kita membaca Alquran satu huruf bernilai sepuluh kebaikan, begitu juga ketika kita mendengarkan, setiap huruf yang kita dengarkan bernilai sepuluh kebaikan.

Membaca Alquran, kita akan mendapatkan naungan rahmah Allah, begitu pula ketika mendengarkan bacaan Alquran, Allah akan merahmati kita. Dalam surah Ala’rof ayat 204, Allah memerintahkan untuk mendengarkan Alquran pada saat dilantunkan. Allah berfirman;

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”

Meskipun Alquran diturunkan kepada Nabi Saw. dan beliau setiap malam pada bulan Ramadan mendengarkan bacaan Alquran dari Malaikat Jibril, namun beliau tetap senang dan memperhatikan bacaan Alquran yang dilantunkan para sahabat.

Bahkan suatu ketika Nabi Saw. meminta secara khusus kepada Abdullah bin Mas’ud untuk membaca Alquran dengan suara keras agar Nabi Saw. bisa mendengarkan bacaan Alquran tersebut. Kisah ini disebutkan oleh imam Bukhari dalam kitab Shahihnya;

قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَأْ عَلَيَّ. قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أقْرَأُ عَلَيْكَ، وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟! قَالَ: فَإِنِّى أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِى فَقَرَأْتُ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى أَتَيْتُ إِلَى هَذِهِ الآيَةِ: فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا قَالَ: حَسْبُكَ الآنَ فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ، فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ”

“Suatu ketika Nabi  Saw berkata kepadaku,“Bacalah Alquran untukku.” Maka aku menjawab, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Alquran untukmu, bukankah Alquran diturunkan kepada engkau?. Nabi Saw bersabda, ‘Aku suka mendengarnya dari selainku.’ Lalu aku membacakan untuknya surah Annisa’ hingga sampai pada ayat (yang artinya), ‘Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).’ Beliau berkata, ‘Cukup.’ Maka aku menoleh kepada beliau, ternyata kedua mata beliau dalam keadaan bercucur air mata.”

Berdasarkan hadis di atas, kita sangat dianjurkan mendengarkan bacaan Alquran dari orang lain, memperhatikan dengan penuh perhatian, berusaha menangis ketika menghayati bacaan Alquran, dan juga kita dianjurkan meminta orang lain untuk membacakan Alquran untuk kita karena hal tersebut lebih membekas di hati kita.

Dengan demikian, hendaknya kita tidak hanya membaca Alquran semata, namun perlu untuk mendengarkan bacaan Alquran dari orang lain. Juga bagi orang yang tidak bisa membaca Alquran secara langsung, maka sangat dianjurkan untuk mendengarkan bacaan Alquran dari orang lain, sebab pahala orang yang membaca dan mendengarkan bernilai sama di sisi Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here