Hukum Non-Muslim Mendengarkan Al-Qur’an

0
750

BincangSyariah.Com – Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah yang dianjurkan untuk diistiqamahkan bagi Muslim. Pahala membaca Al-Qur’an pun dihitung persatu huruf. Pembacaan Al-Qur’an dengan bacaan yang tartil dan merdu tentu akan menggugah siapa pun yang mendengarkan. Bolehkah non-Muslim mendengarkan Al-Qur’an?

Syekh Thahir bin Asyur dalam al-Tahri wat Tanwir mengutip tafsir Imam Fakhrur Razi sebagaimana berikut.

وَوَقَعَ فِي «تَفْسِيرِ الْفَخْرِ» أَنَّهُ نُقِلَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: إِنَّ رَجُلًا مِنَ الْمُشْرِكِينَ قَالَ لِعَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ: أَرَدْنَا أَنْ نَأْتِيَ الرَّسُولَ بَعْدَ انْقِضَاءِ هَذَا الْأَجَلِ لِسَمَاعِ كَلَامِ اللَّهِ أَوْ لِحَاجَةٍ أُخْرَى فَهَلْ نُقْتَلُ. فَقَالَ عَلِيٌّ: لَا إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ: وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجارَكَ فَأَجِرْهُ.

Dalam tafsir karya Imam Fakhrur Razi (Mafatihul Ghaib) disebutkan bahwa terdapat riwayat dari Ibnu ‘Abbas yang bercerita bahwa ada seorang lelaki musyrik yang bilang pada sahabat Ali, “Kalau kami mau datang ke Rasulullah setelah selesai masa (peperangan) untuk mendengarkan firman Allah atau kebutuhan lain, apakah kami akan dibunuh?” “Tentu tidak, karena Allah berpesan, “Jjika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah.”

Diriwayatkan dari Ibnu Mas‘ud yang menceritakan bahwa Nabi itu membaca surah an-Najm dan melakukan sujud tilawah. Orang-orang di sekitar Nabi pun melakukan hal tersebut (HR Muslim).

Imam an-Nawawi dalam syarah Shahih Muslim mengatakan demikian.

وَسَجَدَ مَنْ كَانَ مَعَهُ فَمَعْنَاهُ مَنْ كَانَ حَاضِرًا قِرَاءَتَهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْجِنِّ وَالْإِنْسِ قاله بن عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَغَيْرُهُ حَتَّى شَاعَ أَنَّ أَهْلَ مَكَّةَ أَسْلَمُوا

Maksud dari orang-orang di sekitar Nabi yang ikut sujud itu mereka yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an Nabi dari kalangan muslim, musyrik, jin dan manusia, sebagaimana riwayat Ibnu Abbas dan lainnya. Bahkan sampai tersiar kabar bahwa penduduk Mekah masuk Islam.

قَالَ الْقَاضِي عِيَاضٌ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى وَكَانَ سَبَبُ سُجُودِهِمْ فِيمَا قال بن مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهَا أَوَّلُ سَجْدَةٍ نَزَلَتْ

Baca Juga :  Dua Macam Penghalang Hak Waris

Qadhi Iyadh mengatakan, sebab orang-orang yang berada di sekitar Nabi itu bersujud adalah -sebagaimana pendapat Ibnu Masud- ayat yang dibaca Nabi itu awal surah yang mengandung ayat sajdah (sujud tilawah).

Atas dasar ini, Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ syarah al-Muhadzdzab mengatakan demikian.

قال أصحابنا: لا يمنع الكافر سماع القرآن

Para ulama mazhab Syafii (sahabat kami) berpendapat bahwa non-Muslim tidak boleh dilarang untuk mendengarkan Al-Qur’an. Wallahualam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here