Niat Ketika Hendak Berjabat Tangan dengan Orang Lain

0
20

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ketika kita bertemu dengan orang lain, kita dianjurkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu dan kemudian saling berjabat tangan. Kita juga perlu niat ketika hendak berjabat tangan. Di antara keutamaan berjabat tangan ketika bertemu dengan orang lain adalah bisa menggugurkan dosa-dosa kita dan orang yang kita jabat tangannya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, Ibnu Majah, Imam Tirmidzi dari Al-Bara’ bin Azib, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidaklah dua muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.

Oleh karena itu, tak heran jika berjabat tangan ini merupakan kebiasaan yang sudah lumrah dilakukan oleh para sahabat Nabi Saw ketika mereka bertemu. Ini sebagaimana direkam dalam hadis riwayat Imam Bukhari bahwa Abu Qatadah pernah bertanya pada Anas bin Malik;

أَكَانَتِ الْمُصَافَحَةُ فِى أَصْحَابِ النَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم قَالَ نَعَمْ

Apakah berjabat tangan dilakukan di tengah-tengah sahabat Nabi Saw? Anas bin Malik menjawab; Iya.

Adapun niat ketika kita hendak berjabat tangan dengan orang lain, sebagaimana disebutkan oleh Sayid Muhammad bin Alwi bin Umar Al-Idrus dalam kitab Al-Niyyat, adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ اتِّبَاعَ اْلحَبِيْبِ صلى الله عليه وسلم وَالتَّوَدَّدَ اِلَى اْلاِخْوَانِ وَالتَّعَرَّفَ عَلَيْهِمْ وَاِظْهَارَ السُّرُوْرِ لِلاِخْوَانِ وَالسُّؤَالِ عَنْ حَالِهِم وَاِحْيَاءِ هَذِهِ السُّنَّةِ وَتَفْرِيْجِ الكُرَبِ عَنْهُمْ وَالتَّوَاضُعَ لَهُم

Nawaitu ittiba’al habiibi shollallaahu ‘alaihi wa sallama wat tawadduda ilal ikhwaani wat ta’arrufa ‘alaihim wa izhhaaros suruuri lil ikhwaani was su-aali ‘an haalihim wa ihyaa-i hadzihis sunnati wa tafriijil kurabi ‘anhum wat tawaadhu’a lahum.

Aku berniat mengikuti Nabi Muhammad Saw, dan menunjukkan rasa sayang kepada saudara dan mengenal mereka, menampakkan kebahagiaan kepada saudara dan bertanya mengenai keadaan mereka, menghidupkan sunnah dan melepaskan kesulitan mereka dan tawadhu’ kepada mereka. Wallahu a’lam bis shawab.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here