Apakah Air Liur Manusia Najis?

0
1839

BincangSyariah.Com – Air liur atau ludah adalah suatu cairan jernih yang dibuat oleh beberapa kelenjar di daerah mulut Manusia. Air liur merupakan bagian penting dari tubuh yang sehat. Hal ini karena air liur  terbuat dari banyak air. Air liur ini juga mengandung zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan dan menjaga gigi manusia supaya kuat. Air liur sangat penting bagi manusia karena mempunyai fungsi sebagai penjaga kelembaban dan kenyamanan mulut manusia.

Air liur kadang hadir disaat yang tidak diinginkan. Misalnya saat tertidur ketika menunggu kehadiran imam salat jamaah, lantas air liur tersebut mengenai baju atau mukena. Atau keluarnya air liur ketika tertidur di atas sajadah dan mengenai sajadah tersebut. Bagaimanakah hukum air liur tersebut? Diceritakan oleh Abu Hurairah, beliau bercerita sebagai berikut:

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَامِلَ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ عَلَى عَاتِقِهِ، وَلُعَابُهُ يَسِيلُ عَلَيْه

Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam menggendong Husain bin ‘Ali di atas pundak beliau, dan air liur Husain menetes mengenai beliau.” (HR. Ibn Majah)

Keterangan tersebut menggambarkan bahwa air liur manusia tersebut asalnya adalah suci. Rasulullah tidak mempermasalahkannya ketika bajunya terkenai air liur cucunya. Namun menurut mayoritas (jumhur) ulama, air liur manusia tersebut tidak semuanya suci. Jika air liur berasal dari perut, maka hukumnya adalah najis. Lantas bagaimana membedakan air liur yang keluar dari perut atau bukan? Dalam kitab Mughni Al-Muhtaj, Syeikh Khatib As Syirbini menjelaskan sebagai berikut:

والماء السائل من النائم إن كان من المعدة كأن خرج منتنا بصفرة فنجس لا إن كان من غيرها أو شك في أنها منها أو لا فإنه طاهر

Baca Juga :  Dalil Kewajiban Puasa Ramadhan di dalam Al-Qur'an dan Hadis

 air liur yang mengalir dari mulut orang yang sedang tidur, ada perincian hukum soal ini. Jika berasal dari perut, seperti keluar dengan bau yang bacin dengan warna kuning maka dihukumi najis. Dan dihukumi tidak najis jika berasal dari selain perut. Sedangkan ketika ragu-ragu apakah air liur yang keluar berasal dari perut atau bukan, maka air liur tersebut dihukumi suci

Dengan demikian, hukum air liur manusia yang berwarna kuning dan bau tidak sedap adalah najis hukumnya. Sebab air liur tersebut berasal dari dalam perut. Sedangkan air liur yang berasal dari tenggorokan atau kepala, hukumnya suci. Biasanya yang bukan berasal dari dalam perut akan keluar bening dan tidak bacin. Oleh sebab itu, barangsiapa yang sajadah, mukena, baju atau apasaja yang terkena air liur yang berasal dari dalam perut, maka perlu untuk mensucikannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here