Musim Corona, Ingat Pesan Imam Ghazali untuk Saling Doakan Teman

1
1817

BincangSyariah.Com.- Di dalam hubungan pertemanan ada yang perasaan suka dan tidak suka. Baik itu dikarenakan karena sifat dan wataknya. Akan tetapi, bagi Imam Ghazali, seorang teman bahkan memiliki hak-hak dalam pertemanan dan persaudarannya.

Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin mengatakan dianjurkan bagi seorang teman mendoakan kebaikan saat masih hidup maupun setelah saudara dan temannya meninggal. Apa maksudnya? Kata Imam Ghazali:

الدعاء للأخ في حياته وبعد مماته بكل ما يحب لنفسه ولأهله وكل متعلق به، فتدعو له كما تدعو لنفسك ولا تفرق بين نفسك وبينه، فإن دعاءك لنفسك على التحقيق.

Doa seorang terhadap saudaranya itu dianjurkan baik ketika ia masih hidup maupun setelah meninggal baik apa yang disukai dirinya atau keluarganya. Maka hendaklah doamu kepadanya itu dipanjarkan sebagaimana doamu untuk dirimu. Dan jangan kamu berselisih dengannya, sesungguhnya doamu terhadap saudaramu sejatinya adalah doa untuk dirimu jua.

Pesan Imam Ghazali ini mencerminkan bahwa doa menjadi wasilah berbuat baik kepada saudara, teman atau keluarga. Pesan ini dilandaskan kepada hadis Nabi “bahwasanya doa seseorang muslim kepada saudara/temannya akan diijabah oleh Allah walaupun doa itu tidak dikabulkan untuk dirinya sendiri”.

Bahkan anjuran untuk mendoakan saudara ini -menurut Imam Ghazali- dilakukan dengan penyebutan namanya. Suatu ketika Abu Darda’, seorang sahabat Nabi Muhammad Saw pernah berkisah bahwa dirinya selalu menyebutkan nama saudara-saudaranya sebanyak 70 orang di dalam setiap doanya.

Terutama anjuran untuk mendoakan saudara yang telah meninggal sangat ditekankan di dalam Islam. Menurut ulama salaf, bahwa doa seorang yang masih hidup kepada orang yang telah meninggal ibarat seperti hadiah kepada mereka.

قال بعض السلف:الدعاء للأموات بمنزلة الهدايا للأحياء

Baca Juga :  Pengajian Ihya' Gus Ulil: Sufi yang Menikmati Berzikir Sejak Kecil

“Perumpamaan orang yang mendoakan kepada sudah meninggal adalah seperti hadiah bagi orang-orang yang masih hidup.”

Alangkah berbahagianya jika seseorang mendapatkan hadiah dalam bentuk doa. Seperti kebahagiaan si mayit memperoleh doa dari saudaranya yang masih hidup. “Hadiah” di sini dimaknai secara hakikat, seperti seorang yang masih hidup ketika mendapatkan bingkisan hadiah dari saudaranya sendiri.

Apalagi di musim corona saat ini, mari kita doakan yang terbaik untuk saudara-saudara kita di manapun berada.

1 KOMENTAR

  1. […] Akan tetapi, masih ada nama besar lainnya yang patut diperhitungkan dari kalangan murid Imam Haramain yaitu sosok yang populer dengan sebutan Ilkiya Harasi. Beliau termasuk ulama yang memiliki peranan besar dalam perkembangan mazhab Syafii, sama halnya seperti guru dan rekan seperguruan beliau. (Baca: Musim Corona, Ingat Pesan Imam Ghazali untuk Saling Doakan Teman) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here