Bolehkah Makmum Mufaraqah karena Imam Terlalu Lama Shalat?

1
1251

BincangSyariah.Com –  Ketika kita melaksanakan shalat berjemaah di sebuah masjid tertentu, kadang imam melaksanakan shalat terlalu panjang, entah karena panjang membaca surah Al-Quran, lama bersujud atau lainnya. Kondisi ini kadang membuat sebagian makmum tidak betah sehingga memutuskan diri untuk berpisah dari imam dan melaksanakana shalat sendirian. Sebenarnya, bolehkah makmum mufaraqah karena imam terlalu lama shalat?

Jika imam melaksanakan shalat terlalu lama, baik karena panjang membaca surah Al-Quran atau lainnya, maka makmum boleh mufaraqah dan melaksanakan shalat sendirian. Hal ini sebagaimana telah dilakukan oleh salah seorang sahabat ketika berjemaah kepada Muaz bin Jabal. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Jabir bin Abdillah, dia berkisah;

أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَأْتِي قَوْمَهُ فَيُصَلِّي بِهِمْ الصَّلَاةَ فَقَرَأَ بِهِمْ الْبَقَرَةَ قَالَ فَتَجَوَّزَ رَجُلٌ فَصَلَّى صَلَاةً خَفِيفَةً فَبَلَغَ ذَلِكَ مُعَاذًا فَقَالَ إِنَّهُ مُنَافِقٌ فَبَلَغَ ذَلِكَ الرَّجُلَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا قَوْمٌ نَعْمَلُ بِأَيْدِينَا وَنَسْقِي بِنَوَاضِحِنَا وَإِنَّ مُعَاذًا صَلَّى بِنَا الْبَارِحَةَ فَقَرَأَ الْبَقَرَةَ فَتَجَوَّزْتُ فَزَعَمَ أَنِّي مُنَافِقٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مُعَاذُ أَفَتَّانٌ أَنْتَ ثَلَاثًا اقْرَأْ وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَسَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَنَحْوَهَا

Sesungguhnya Muaz bin Jabal pernah shalat (di belakang) Rasulullah Saw, kemudian dia kembali ke kaumnya untuk mengimami shalat bersama mereka dengan membaca surah Al-Baqarah. Jabir melanjutkan kisahnya; ‘Maka seorang laki-laki pun keluar (dari shaf) lalu ia shalat dengan shalat yang agak ringan dan ternyata hal itu sampai kepada Muaz seraya berujar, ‘Sesungguhnya dia adalah seorang munafik.’

Ketika ucapan Muaz sampai pada laki-laki tersebut, laki-laki itu langsung mendatangi Nabi Saw sambil berkata; ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami adalah kaum yang memiliki pekerjaan untuk menyiram ladang, sementara semalam Muaz shalat mengimami kami dengan membaca surat Al-Baqarah, hingga saya keluar dari shaf, lalu dia mengiraku seorang munafik.’

Baca Juga :  Cara Menghadirkan Hati Saat Salat

Nabi Saw bersabda; ‘Wahai Muaz, apakah kamu hendak membuat fitnah?’ Beliau mengucapkannya tiga kali. ‘Bacalah surah ‘Was syamsi wa dhuhaha dan sabbihisma rabbikal a’la atau yang serupa dengannya.’

Melalui hadis ini, para ulama mengatakan bahwa di antara uzur yang membolehkan mufaraqah adalah ketika imam lama melaksanakan shalat karena membaca surah Al-Quran yang panjang. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata dalam kitab Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari sebagai berikut;

فيستدل بهذا: عَلَى أن الإمام إذا طول عَلَى المأموم وشق عَلِيهِ إتمام الصلاة مَعَهُ ؛ لتعبه أو غلبه النعاس عَلِيهِ أن لَهُ أن يقطع صلاته مَعَهُ ، ويكون ذَلِكَ عذراً فِي قطع الصلاة المفروضة ، وفي سقوط الجماعة فِي هذه الحال ، وأنه يجوز أن يصلي لنفسه منفرداً فِي المسجد ثُمَّ يذهب ، وإن كان الإمام يصلي فِيهِ بالناس

Hadis tersebut dapat dijadikan dalil bahwa jika imam memperpanjang bacaannya, dan dapat menyusahkan orang yang bermakmum pada imam tersebut, karena makmum tersebut capek atau mengantuk, maka makmum tersebut boleh memutus shalatnya bersama imam.

Hal itu adalah uzur untuk memutus shalat fardhu dan menggugurkan jamaah pada kondisi tersebut. Diperbolehkan bagi makmum tersebut untuk melakukan shalat sendirian (munfarid) di dalam masjid tersebut kemudian pulang, walau pun imam masih melakukan shalat jamaah bersama makmum-makmum yang lain.

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum wr wb. Mau tanya ustadz.
    Misalkan sholat isya berjamaah, ternyata imamnya lama dan sampai rekaat ke dua dia niat mutus jamaah/munfarid. Tapi dia tidak meninggalkan shof dan melanjutkan rekaat selanjutnya sampai selesai (dua rekaat awal ikut jamaah dan dua rekaat selanjutnya sendirian), jadi Sholat nya dia lebih cepat selesai dari pada yg jamaah utuh. Itu hukumannya bagaimana ustad?
    Ku tunggu jawabannya dan saya sampaikan terimakasih.
    Wassalamualaikum wr wb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here