Bolehkah Makmum Mufaraqah dari Imam karena Ngantuk?

0
345

BincangSyariah.Com – Dalam kondisi tertentu saat kita shalat berjamaah, makmum boleh memisahkan diri dari imam dan melanjutkan shalat tersebut sendirian. Dalam fiqih, pemisahan diri dari imam saat shalat berjamaah ini disebut dengan mufaraqah. Umumnya, mufaraqah ini dilakukan oleh makmum ketika mengetahui imam melakukan hal-hal yang dianggap membatalkan shalat. Namun bagaimana jika makmum mufaraqah karena ia ngantuk, apakah hal itu boleh?

Mufaraqah dari imam dalam shalat berjemaah hukumnya mubah atau boleh, terutama jika ada uzur. Menurut ulama Syafiiyah, di antara uzur yang membolehkan makmum berpisah dari imam adalah kerena ngantuk atau capek sehingga tidak mampu melanjutkan shalat berjemaah bersama imam. Dalam keadaan demikian, ia boleh mufaraqah dan melanjutkan shalat sendirian.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari berikut;

أن الإمام إذا طول عَلَى المأموم وشق عَلِيهِ إتمام الصلاة مَعَهُ ؛ لتعبه أو غلبه النعاس عَلِيهِ أن لَهُ أن يقطع صلاته مَعَهُ ، ويكون ذَلِكَ عذراً فِي قطع الصلاة المفروضة ، وفي سقوط الجماعة فِي هذه الحال ، وأنه يجوز أن يصلي لنفسه منفرداً فِي المسجد ثُمَّ يذهب ، وإن كان الإمام يصلي فِيهِ بالناس

Sesungguhnya jika imam memperpanjang bacaannya, dan dapat menyusahkan orang yang bermakmum pada imam tersebut, karena makmum tersebut capek atau mengantuk, maka makmum tersebut boleh memutus shalatnya bersama imam. Hal itu adalah uzur untuk memutus shalat fardhu dan menggugurkan jamaah pada kondisi tersebut.

Diperbolehkan bagi makmum tersebut untuk melakukan shalat sendirian (munfarid) di dalam masjid tersebut kemudian pulang, walau pun imam masih melakukan shalat jamaah bersama makmum-makmum yang lain.

Dalam kitab Al-Mughni, Ibnu Qudamah juga menyebutkan bahwa di antara uzur yang membolehkan makmum mufaraqah dari imam adalah ngantuk. Beliau berkata;

Baca Juga :  Ini Empat Adab Memakai Sandal dalam Islam

وَالأَعْذَارُ الَّتِي يَخْرُجُ لأَجْلِهَا مِثْلُ الْمَشَقَّةِ بِتَطْوِيلِ الإِمَامِ أَوْ الْمَرَضِ أَوْ خَشْيَةِ غَلَبَةِ النُّعَاسِ أَوْ شَيْءٍ يُفْسِدُ صَلاتَهُ أَوْ خَوْفِ فَوَاتِ مَالٍ أَوْ تَلَفِهِ أَوْ فَوْتِ رُفْقَتِهِ أَوْ مَنْ يَخْرُجُ مِنْ الصَّفِّ لا يَجِدُ مَنْ يَقِفُ مَعَهُ

Di antara uzur-uzur yang membolehkan keluar dari berjemaah seperti masyaqqah karena imamnya terlalu lama, sakit, takut dikalahkan oleh rasa mengantuk sangat parah, atau sesuatu yang merusak shalatnya, atau takut hilangnya harta, atau keluar dari shaf sehingga berdiri sendirian di barisan paling belakang tanpa ada yang menemani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here