Ketika Minum Bekas Air Wudhu, Sebaiknya Berdiri atau Duduk?

1
26

BincangSyariah.Com – Banyak kita jumpai seseorang minum bekas air wudhunya dalam keadaan berdiri, tidak duduk. Setelah melakukan wudhu, biasanya bekas air wudhunya langsung diminum tanpa duduk terlebih dahulu, padahal dalam Islam disunnahkan untuk duduk ketika minum. Sebenarnya, ketika minum bekas air wudhu, sebaiknya berdiri atau duduk?

Ketika kita selesai melakukan wudhu, kita dianjurkan untuk minum dari bekas air wudhu kita. Jangan sampai bekas air wudhu kita terbuang sia-sia tanpa kita minum. Disebutkan bahwa di antara keutamaan minum bekas air wudhu adalah bisa menyembuhkan banyak penyakit. (Baca: Doa Setelah Minum Air Bekas Wudhu)

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Dailami dari Abu Umamah, Nabi SAW bersabda;

ﺍﻟﺸُّﺮْﺏُ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻞِ ﻭُﺿُﻮْﺀِ ﺍْﻟﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻓِﻴْﻪِ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻣِﻦْ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﺩَﺍﺀً ﺃَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﺍْﻟﻬَﻢُّ

Minum dari sisa air wudhu orang mukmin bisa menyembuhkan dari tujuh puluh penyakit. Yang paling ringan adalah kesedihan.

Adapun mengenai cara minum bekas air wudhu, maka boleh diminum dalam keadaan berdiri sambil menghadap kiblat, dan boleh juga diminum dalam keadaan duduk. Namun yang lebih utama adalah minum bekas air wudhu dalam keadaan berdiri sambil menghadap kiblat.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

نَصَّ الْحَنَفِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ عَلَى أَنَّ مِنْ مُسْتَحَبَّاتِ  الْوُضُوءِ أَنْ يَشْرَبَ الْمُتَوَضِّئُ عَقِبَ فَرَاغِهِ مِنَ الْوُضُوءِ  ، مِنَ الْمَاءِ الَّذِي زَادَ فِي الإْنَاءِ ، لِمَا وَرَدَ عَنْ عَلِيٍّ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ كَانَ يَفْعَلُهُ .قَال الْكَمَال : يَشْرَبُ الْمُتَوَضِّئُ فَضْل وُضُوئِهِ ، قَائِمًا مُسْتَقْبِلاً ، قِيل : وَإِنْ شَاءَ قَاعِدًا .

Ulama Hanafiyah dan Syafiiyah mengatakan bahwa termasuk kesunnahan-kesunnahan wudhu adalah orang yang berwudhu minum air sisa dari wadahnya setelah selesai melakukan wudhu. Ini berdasarkan hadis yang bersumber dari Sayidina Ali bahwa Nabi Saw melakukan hal itu. Imam Al-Kamal mengatakan bahwa hendaknya orang berwudhu minum sisa air wudhunya dalam keadaan berdiri sambil menghadap kiblat. Dikatakan bahwa jika mau, dia meminumnya dalam keadaan duduk.

Baca Juga :  Hukum Minum Bekas Air Wudhu Kiai dan Orang Saleh

Dalil yang menjadi dasar bahwa lebih utama minum sisa air wudhu dalam keadaan berdiri adalah hadis riwayat Imam Nasai bahwa Abu Hayyah bercerita;

رَأَيْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا ثُمَّ قَامَ فَشَرِبَ فَضْلَ وَضُوئِهِ وَقَالَ صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا صَنَعْتُ

Aku pernah elihat Ali-semoga Allah meridhainya- berwudlu dengan masing-masing tiga kali. Kemudian berdiri dan meminum air sisa wudhunya. Lalu dia berkaya, “Rasulullah SAW melakukan seperti yang aku lakukan sekarang.

Dalam hadis ini disebutkan bahwa Sayidina Ali minum sisa air wudhunya dalam keadaan berdiri sebagaimana beliau melihat perbuatan Rasulullah Saw.

1 KOMENTAR

  1. […] Sumber : bincangsyariah.com Alhamdulillah yarham umat Muhammad. Allohumma Sholli Wa Sallim Wa Barik ‘ala Nabiyina Muhammad. Subhanalloh Wa Alhamdulillah Wa Laailaaha illa Alloh Allohu Akbar. Astaghfirullah Lilmuslimin Wal Muslimat. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, semoga jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here