Minta Bantuan Kepada Non-Muslim Ketika Wudhu, Apakah Sah?

0
672

BincangSyariah.Com – Pernah di sebuah rumah sakit, seorang pasien melakukan wudhu dengan minta bantuan pada perawat yang kebetulan non-Muslim, mulai dari pengambilan air sampai menuangkan air ke anggota tubuhnya. Bagaimana hukum seseorang minta bantuan kepada non-Muslim ketika wudhu, apakah wudhunya sah? (Baca: Bolehkah Wudu dengan Bantuan Orang Lain?)

Pada dasarnya, minta bantuan kepada orang lain ketika wudhu hukumnya diperbolehkan. Bahkan Nabi Saw sendiri pernah minta bantuan kepada Mughirah bin Syu’bah ketika beliau wudhu. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari berikut;

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى سَفَرٍ ، وَأَنَّهُ ذَهَبَ لِحَاجَةٍ لَهُ ، وَأَنَّ مُغِيرَةَ جَعَلَ يَصُبُّ الْمَاءَ عَلَيْهِ ، وَهُوَ يَتَوَضَّأُ ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah bahwa dia bersama Rasulullah Saw dalam sebuah perjalanan, lalu beliau pergi buang hajat. Mughirah yang menuangkan air kepada beliau, kemudian beliau berwudhu, mencuci wajahnya, kedua tangannya dan mengusap kepalanya dan kedua khuf-nya.

Berdasarkan hadis ini, boleh kita minta bantuan kepada orang lain. Bahkan minta bantuan kepada non-Muslim sekalipun hukumnya boleh dan sah. Kita boleh minta bantuan kepada orang-orang yang tidak sah melakukan wudhu, seperti non-Muslim, anak kecil, perempuan haid dan lainnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

فرع : قد ذكرنا انه اذا وضأه غيره صح سواء كان الموضئ ممن يصح وضوءه ام لا كمجنون وحائض وكافر وغيرهم لان الاعتماد على نية المتوضئ لا على فعل الموضئ

Cabang: Kami telah menyebutkan bahwa jika seseorang diwudhukan orang lain, maka wudhunya dihukumi sah, baik orang yang mewudhukan termasuk orang yang wudhunya sah atau tidak sah, seperti orang gila, perempuan haid, orang kafir, dan lainnya. Hal karena yang menjadi pegangan dan ukuran adalah niat orang yang melakukan wudhu, bukan perbuatan orang yang mewudhukan.

Baca Juga :  Memahami Fardhu-Fardhu Wudhu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here