Jumlah Minimal Rambut yang Dipotong Ketika Tahallul Menurut Ulama 4 Madzhab

0
14

BincangSyariah.Com – Tahallul haji maupun tahallul umrah ditandai dengan mencukur atau memotong rambut. Semua ulama 4 madzhab sepakat bahwa bagi laki-laki sangat dianjurkan untuk mencukur semua rambutnya ketika tahallul. Namun mereka berpendapat mengenai jumlah minimal rambut yang dipotong ketika tahallul. Setidaknya, ada tiga pendapat di kalangan ulama madzhab dalam masalah ini.

Pertama, menurut ulama Malikiyah dan Hanabilah, jumlah minimal rambut yang dipotong ketika tahallul sama dengan jumlah maksimalnya, yaitu harus dipotong semuanya. Jika hanya memotong sebagian rambut saja, maka hukumnya tidak sah. Alasannya karena Rasulullah Saw memotong semua rambutnya saat tahallul, dan perbuatan beliau ini yang harus dijadikan sandaran hukum.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَإِنَّمَا اخْتَلَفُوا فِي أَقَل مَا يُجْزِئُ مِنَ الْحَلْقِ فَذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ لاَ يُجْزِئُ حَلْقُ بَعْضِ الرَّأْسِ، لأِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَلَقَ جَمِيعَ رَأْسِهِ فَكَانَ تَفْسِيرًا لِمُطْلَقِ الأْمْرِ بِالْحَلْقِ. فَوَجَبَ الرُّجُوعُ إِلَيْهِ

Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah minimal yang cukup dalam memotong rambut. Ulama Malikiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa tidak cukup hanya memotong sebagian rambut karena Nabi Saw mencukur semua rambutnya. Ini menjadi tafsir untuk semua perintah dalam mencukur rambut, dan wajib kembali padanya.

Kedua, menurut ulama Hanafiyah, jumlah minimal rambut yang dipotong ketika tahallul adalah seperempat rambut kepala. Jika kurang dari seperempat rambut kepala, maka hukumnya tidak sah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَيَرَى الْحَنَفِيَّةُ أَنَّ مَنْ حَلَقَ أَقَل مِنْ رُبْعِ الرَّأْسِ لَمْ يُجْزِهِ، وَإِنْ حَلَقَ رُبْعَ الرَّأْسِ أَجْزَأَهُ وَيُكْرَهُ

Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa seseorang yang mencukur rambutnya kurang dari seperempat rambut kepala, maka hal itu tidak mencukupi. Jika mencukur seperempat rambut kepala, maka hal itu sudah mencukupi namun dimakruhkan.

Ketiga, menurut ulama Syafiiyah, jumlah minimal rambut yang dipotong ketika tahallul adalah tiga helai rambut kepala, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Jika kurang dari tiga helai rambut, maka hukumnya tidak sah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَقَال الشَّافِعِيَّةُ: أَقَل مَا يُجْزِئُ ثَلاَثُ شَعَرَاتٍ حَلْقًا أَوْ تَقْصِيرًا مِنْ شَعْرِ الرَّأْسِ.وَقَال النَّوَوِيُّ: فَتُجْزِئُ الثَّلاَثُ بِلاَ خِلاَفٍ عِنْدَنَا وَلاَ يُجْزِئُ أَقَل مِنْهَا

Ulama Syafiiyah berkata; Jumlah minimal yang mencukupi adalah tiga helai rambut kepala, baik dicukur atau dipendekkan. Imam Nawawi berkata; Maka tiga helai rambut sudah mencukupi tanpa ada perbedaan di kalangan kita, dan tidak mencukupi jika kurang dari tiga helai rambut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here