Bolehkah Mewakilkan Sembelihan Kurban Kepada Orang yang Tidak Salat?

0
572

BincangSyariah.Com – Bagi kaum laki-laki jika bisa dan mampu menyembelih hewan kurbannya sendiri, maka disunahkan untuk disembelih sendiri. Adapun bagi wanita dan orang yang tidak mampu, maka disunahkan penyembelihan hewan kurbannya diwakilkan kepada orang lain. Lantas kepada siapa sebaiknya sembelihan hewan kurban diwakilkan? Sahkah hukumnya mewakilkan sembelihan kurban kepada orang yang tidak salat?

Dr. Hisamuddin menyebutkan dalam kitabnya Almufashshal fi Ahkamil Udhiyah, bahwa sembelihan hewan kurban sebaiknya diwakilkan kepada orang saleh dan taat beragama serta mengerti hukum-hukum dan tata cara menyembelih hewan kurban. Mewakilkan sembelihan kurban kepada orang yang tidak salat sebaiknya tidak dilakukan. Orang yang saleh, rajin salat dan mengerti tentang hukum-hukum menyembelih kurban harus lebih diutamakan dibanding yang lain.

وأما الإنابة في ذبح الأضحية فجائزة، وينبغي أن يوكل في ذبحها صاحب دين له معرفة بالذبح وأحكامه.

“Adapun mewakilkan sembelihan hewan kurban, maka hukumnya boleh. Dan sebaiknya mewakilkan sembelihan hewan kurban kepada orang yang taat beragama serta mengerti hukum-hukum menyembelih hewan kurban.”

Bolehkah mewakilkan sembelihan kurban kepada orang yang tidak salat?

Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu diperjelas terlebih dahulu. Jika dia meninggalkan salat karena malas atau sebab lainnya, maka mewakilkan sembelihan hewan kurban kepadanya tetap sah. Hal ini karena dia tetap dianggap muslim meski tidak salat, dan sembelihan setiap orang muslim tetap dinilai sah.

Dalam kitab Matan Abi Syuja’ disebutkan;

وتحل ذكاة كل مسلم بالغٍ أو مميّز يُطيق الذبح و ذكاة كل كتابي يهودي أو نصراني

“Halal sembelihan setiap orang Muslim yang balig, tamyiz dan mampu menyembelih, dan halal juga sembelihan setiap ahlul kitab, Yahudi atau Nasrani.”

Berbeda jika dia meninggalkan salat karena mengingkari kewajiban salat, maka dia dihukumi murtad. Dan para ulama sepakat bahwa sembelihan orang murtad tidak sah. Dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi mengatakan;

Baca Juga :  Besok dan Lusa Disunahkan Puasa Tasu'a dan Asyura, Ini Cara Niatnya

ولا تحل ذبيحة المرتد ولا الوثنى ولا المجوسي

“Dan tidak halal sembelihan orang murtad, penyembah berhala dan penyembah api.”

Dengan demikian, orang yang meninggalkan salat karena malas atau sebab lainnya tetap dihukumi muslim meski dia telah berbuat dosabesar dengan meninggalkan salat. Oleh karena itu, sembelihannya dihukumi sah, baik menyembelih hewan biasa atau hewan kurban. Namun jika meninggalkan salat karena mengingkari kewajiban salat, maka dia dihukumi murtad dan sembelihannya dinilai tidak sah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here