Hukum Merangkap Menjadi Muadzin dan Imam

0
1551

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, antara muadzin dan imam beda orang. Jarang kita jumpai muadzin merangkap sebagai imam, atau sebaliknya. Namun dalam kondisi tertentu, seperti shalat berjemaah  bersama istri di rumah, kita mengumandangkan adzan, iqamah dan sekaligus kita menjadi imam. Bagaimana hukum merangkap menjadi muadzin dan imam ini, apakah disunnahkan? (Bolehkah Muazin Menerima Upah Azan?)

Menurut Imam Al-Juwaini dan Al-Baghawi, merangkap sebagai muadzin dan imam hukumnya adalah makruh. Dianjurkan agar antara muadzin dan imam beda orang. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarh Al-Muhadzdzab berikut;

قال كثير من اصحابنا يكره ان يكون الامام هو المؤذن ممن نص على هذا الشيخ محمد الجويني والبغوي غيرهما

Banyak dari kalangan ulama Syafiiyah berpendapat bahwa dimakruhkan imam adalah muadzin. Termasuk ulama yang menegaskan hal ini adalah Syaikh Muhammad Al-Juwaini, Al-Baghawi, dan lainnya.

Sementara Imam Nawawi, dan beberapa ulama lainnya seperti Imam Al-Thabari, berpendapat bahwa jika seseorang pantas dan layak menjadi muadzin dan imam, maka baginya disunnahkan menjadi muadzin dan imam sekaligus. Hal ini agar dia mendapatkan dua keutamaan sekaligus, yaitu keutamaan adzan dan keutamaan menjadi imam. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Majmu berikut;

قال ابو علي الطبري الافضل ان يجمع الرجل بين الاذان والامامة ليحوز الفضيلتين

Imam Abu Ali Al-Thabari berkata bahwa lebih utama bagi seseorang untuk mengumpulkan antara adzan dan menjadi imam agar mendapatkan dua keutamaan.

Dalam kitab Mughnil Muhtaj, Imam Khatib Al-Syarbini mengatakan sebagai berikut;

يسن لمن صلح للاذان والامامة الجمع بينهما

Disunnahkan bagi orang yang layak untuk adzan dan menjadi imam untuk mengumpulkan keduanya.

Bahkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin Habib Abdurrahman mengatakan bahwa boleh bagi seseorang mengumandangkan adzan, iqamah dan menjadi imam. Beliau berkata sebagaimana berikut;

Baca Juga :  Sikap Makmum Jika Imam Menambah Rakaat Salat

فيجوز للامام ان يتولى الاذان والاقامة والامامة

Boleh bagi imam merangkan mengumandangkan adzan, iqamah dan menjadi imam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here