Tidak Diketahui Jenis Kelaminnya, Bagaimana Cara Menyalatkannya?

0
302

BincangSyariah.com – Melakukan salat jenazah atas mayat yang tidak diketahui jenis kelaminnya tetap boleh dan sah. Tidak disyaratkan mengetahui nama dan jenis kelamin saat melakukan salat jenazah. Niat salat atas ‘mayat ini’ sudah dinilai cukup, meski tanpa menyebut nama dan jenis kelamin.

Hal ini sebagaiman dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

لا يفتقر إلى تعيين الميت، وأنه زيد أو عمرو أو امرأة أو رجل ، بل يكفيه نية الصلاة على هذا الميت وإن كان مأموما ونوى الصلاة على من يصلي عليه الإمام كفاه

“Salat jenazah tidak harus diniatkan untuk mayat tertentu. Seperti diniatkan untuk mayat bernama Zaid, atau Umar, atau seorang wanita atau seorang lelaki. Namun cukup dengan niat menyolatkan jenazah atas ‘mayat ini.’ Dan jika sebagai makmum dan berniat salat jenazah sebagaimana yang diniatkan imam,  maka hal itu sah.”

Bahkan jika ditentukan namanya dan kemudian salah, maka salat jenazahnya batal. Misalnya, dalam niat menyebut nama Zaid tapi ternyata mayatnya bernama Umar, maka salatnya batal, tidak sah. Disebutkan dalam kitab Hasyiyatul Bajuri;

فإن عينه كزيد أو رجل ولم يشر اليه ,أخطأ في تعيينه كأن بان عمر أو إمرأة لم تصح صلاته

“Jika menentukan nama mayat seperti menyebut nama Zaid atau laki-laki dan tidak memberi lafadz isyarah (kata ‘ini’ mislanya) dan kemudian namanya salah karena mayat bernama Umar atau laki-laki, maka tidak sah salatnya.”

Adapun terkait niat, doa dan bacaan saat melakukan salat jenazah atas mayat yang tidak diketahui nama, jumlah, dan jenis kelaminnya, maka semua dhomir (kata ganti) di-muzakkar-kan. Artinya, dibaca allahummaghfirlahu dan seterusnya. Muzakkar artinya maskulin, berarti kata gantinya menjadi hu bukan haa (untuk perempuan).

Baca Juga :  Salat Jenazah, Apakah Alfatihah Harus Dibaca setelah Takbir Pertama?

Disebutkan dalam kitab Syarh Al-Bahjah Al-Wardiyah sebagai berikut;

ويؤنث الضمائر ويجوز تذكيرها بقصد الشخص

“Dan dhomir dijadikan ta’nis (dalam mayat wanita) dan boleh juga memuzakkarkannya.”

Contoh dari doa yang menggunakan lafadz muzukkar sebagai berikut;

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ ….

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here