Menyentuh Anak Tiri, Apakah Wudhu Batal?

0
999

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa menyentuh anak sendiri tidak membatalkan wudhu. Hal ini karena anak sendiri termasuk mahram muabbad atau selamanya haram dinikahi. Namun bagaimana dengan menyentuh anak tiri, apakah wudhu batal?

Anak tiri merupakan anak bawaan dari istri dengan suami sebelumnya, atau anak bawaan suami dengan istri sebelumnya. Mengenai hukum menyentuh anak tiri, jika hal itu dilakukan oleh ayah tiri terhadap anak perempuan tirinya, atau sebaliknya, maka para ulama membaginya pada dua bentuk hukum. (Baca: Apakah Anak Tiri Berhak Mendapatkan Warisan dari Ayah Tirinya?)

Pertama, jika ayah tiri sudah bersetubuh dengan ibu dari anak perempuan tiri tersebut, maka bersentuhan antara ayah tiri dan anak perempuan tirinya tidak membatalkan wudlu.

Hal ini karena antara ayah tiri dan anak perempuan tirinya sudah ada ikatan mahram muabbad, atau haram dinikahi selamanya.

Jadi selain sudah tidak membatalkan wudhu, ayah tiri tersebut tidak boleh menikahi anak perempuan tirinya walaupun ibunya sudah diceraikan atau wafat di kemudian hari.

Kedua, jika ayah tiri belum bersetubuh dengan ibu dari anak perempuan tiri tersebut, maka bersentuhan antara ayah tiri dan anak perempuan tirinya sudah membatalkan wudhu.

Hal ini karena antara ayah tiri dan anak perempuan tirinya belum ada ikatan mahram muabbad.

Jika suatu saat ibu dari anak perempuan tirinya dicerai, atau wafat, maka ayah tirinya boleh menikahi anak perempuan tirinya tersebut.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiatal Qalyubi wa Umairah berikut;

قَوْلُهُ : (مَنْ حَرُمَ نِكَاحُهَا إلَخْ) فَتَنْقُضُ بِنْتُ الزَّوْجَةِ قَبْلَ الدُّخُولِ بِأُمِّهَا ، وَتَنْقُضُ أُخْتُهَا وَعَمَّتُهَا مُطْلَقًا

Penjelasan redaksi; orang yang haram dinikahi…dst; Membatalkan wudhu anak perempuan dari istri yang belum disetubuhi. Dan yang membatalkan wudhu juga adalah saudari dari istri beserta bibinya secara mutlak (tanpa mempertimbangkan sudah disetubuhi atau belum).

Baca Juga :  Keutamaan Melaksanakan Shalat Sunnah Mutlak Enam Rakaat pada Malam Rabu

Adapun hukum menyentuh anak tiri, jika hal itu dilakukan oleh ibu tiri terhadap anak laki-laki tirinya, atau sebaliknya, maka bersentuhan di antara keduanya tidak membatalkan wudhu.

Hal ini karena antara ibu tiri dan anak laki-laki tirinya sudah ada ikatan mahram ta’bid. Selamanya, anak laki-laki tiri tidak boleh menikahi ibu tirinya atau mantan istri ayahnya, baik telah disetubuhi oleh ayahnya atau belum.

Ini berdasarkan firman Allah dalam surah Allah dalam Surat Al-Nisa ayat 22 berikut

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kalian menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh bapak-bapak kalian kecuali yang telah berlalu. Sesungguhnya hal itu sangat keji dan dibenci oleh Allah dan seburuk-buruk jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here