Menjelang Bulan Sya’ban 2020, Ini Amalan Sunah yang Dilakukan Nabi

0
16615

BincangSyariah.Com – Bulan Sya’ban pada tahun 2020 ini jatuh bertepatan dengan tanggal 26 Maret 2020. Banyak amalan sunah yang dilakukan Nabi Muhammad saw. saat bulan Sya’ban.

Dalam sebuah hadis, Nabi Saw bersabda; Sya’ban adalah bulan dimana amal seseorang dilaporkan kepada Allah Swt dan saya senang bila amalku dilaporkan dalam keadaan saya berpuasa”. Berikut ini amalan sunah yang dianjurkan selama bulan mulia ini, di antaranya;

1. Baca Shalawat

Sebagian keutamaan bulan Sya’ban adalah adanya perintah bershalawat kepada Nabi Saw yang turun pada bulan ini. Perintah tersebut termaktub dalam Alquran surah Al-ahzab ayat 56;

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُـوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا (الاحزاب:)

Artinya;“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Saw. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi Saw dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

Sebenarnya pendapat ini lemah karena menyelisihi pendapat mayoritas ulama, namun Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki dalam kitabnya Ma Dza fi Sya’ban mengatakan alasan penyebutan bahwa surah Al-ahzab ayat 56 turun pada bulan Sya’ban. Beliau memperkuat pandangannya dengan menyebutkan salah satu hadis yang diriwayatkan al-Dailami dari Sayyidah Aisyah. (Baca; Anjuran Bershalawat Diturunkan pada Bulan Sya’ban)

2. Membaca Istighfar

Membaca istighfar memiliki banyak faidah, manfaat dan keutamaan yang selayaknya diperhatikan oleh setiap orang beriman. Manfaat membaca istighfar ini akan semakin bertambah sempurna jika dibaca di waktu-waktu yang dimuliakan Allah, seperti bulan Sya’ban dan malam Nisyfu Sya’ban.

Dalam kitabnya Ma Dza Fi Sya’ban, Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki menyebutkan beberapa manfaat membaca istighfar ini. Di antaranya menyebabkan kemudahan dalam rezeki, diberi jalan keluar dan solusi dalam kesulitan, kesempitan diberi kelapangan oleh Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Daud, dari Nabi Saw. bersabda:

Baca Juga :  Tiga Keutamaan Shalat Tahajud

مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجاً ، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجاً ، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

Artinya : “Barangsiapa yang senantiasa beristigfar maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar pada setiap kesulitan dan kelapangan dalam setiap kebingungan, dan memberikannya rezeki dari jalan yang tidak dia sangka.”

Manfaat yang lain sebagaimana disebutkan al-Imam Muhammad bin Ahmad Fadhl dalam kitabnya Syarh Tarajum al-Bukhari, adalah dosa-dosa akan dihapus oleh Allah. (Baca; Manfaat Membaca Istighfar di Bulan Sya’ban)

3. Puasa Sya’ban

Sudah maklum bahwa sangat banyak fadilah di bulan Sya’ban, khususnya di pertengahan bulan, karena di saat itulah malam agung terjadi, bahkan menurut Imam ‘Atho bin Yasar, Malam Nishfu Sya’ban adalah malam terbesar kedua setelah Lailatul Qadar.

Karena bulan Sya’ban jatuh tepat sebelum Ramadan, maka bulan ini sangat tepat untuk melatih diri menghadapi Ramadan dengan mulai memperbanyak ibadah, salah satunya puasa. (Baca; Puasa di Bulan Sya’ban, Dianjurkan atau Dilarang? )

4. Membaca Syahadat

Sayyid Muhammad Alwi dalam kitabnya Ma Dza fi Sya’ban menjelaskan bahwa memperbanyak kalimat syahadat dianjurkan dilakukan pada waktu-waktu yang mulia, salah satunya di waktu sya’ban.

Dalam sebuah hadis riwayat al-Thabarani, Ibn Mardawih dan al-Dailami dari Jabir bin ‘Amr, dari Nabi Saw bersabda:

اَفْضَلُ الِّذكْرِ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاَفْضَلُ الدُّعَاءِ الِاسْتِغْفَارُ

Paling utamanya zikir adalah Laa ilaaha illa allaha dan paling utamanya do’a adalah istighfar

Kalimat ini merupakan zikir paling utama yang diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa diucapkan melalui lisan dan hati. (Baca; Anjuran Memperbanyak Kalimah Syahadat di Bulan Sya’ban)

5. Membaca Al-Qur’an

Salah satu cara para ulama memuliakan bulan Sya’ban adalah dengan memperbanyak membaca Alquran. Sebagaimana diketahui, kita memang dianjurkan membaca Alquran dalam setiap waktu, tanpa dibatasi waktu-waktu tertentu. Akan tetapi anjuran membaca Alquran ini sangat ditekankan di waktu-waktu yang mulia dan diberkahi seperti bulan Sya’ban dan Ramadhan. Begitu pula di tempat-tempat mulia seperti di Mekkah dan Raudhah.

Baca Juga :  Wejangan Nabi terkait Anjuran Memperhatikan Malam Nisfu Sya’ban

Beberapa sahabat Nabi Saw menamakan bulan Sya’ban sebagai bulan Alquran, misalnya sahabat Anas bin Malik. Ibnu Rajab al-Hambali meriwayatkan sebuah atsar dari Anas bin Malik yang menceritakan kesibukan para sahabat Nabi Saw ketika memasuki bulan Sya’ban. (Baca; Bulan Sya’ban adalah Bulan Al-Qur’an)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here