Menjawab Adzan Sambil Rebahan, Apakah Makruh?

0
1552

BincangSyariah.Com – Menjawab adzan hukumnya adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Ketika kita mendengar adzan dikumandangkan, maka kita disunnahkan untuk menjawabnya dengan mengikuti kalimat-kalimat adzan dari muadzin. Adakalanya kita mendengar adzan ketika kita sedang rebahan, apakah makruh menjawab adzan sambil rebahan, atau apakah harus duduk?

Menurut kebanyakan ulama, menjawab adzan dianjurkan bagi setiap orang yang mendengar kalimat adzan, baik laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Bahkan kesunnahan menjawab adzan bukan hanya ketika dalam keadaan suci saja, namun juga ketika sedang dalam keadaan hadas, baik kecil maupun besar. Hadas kecil atau besar bukan halangan untuk menjawab adzan. (Baca: Viral Muazin di Kuwait Mengubah Lafal Adzan, Bagaimana Hukumnya?)

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

إجابة المؤذن مندوبة لمن يسمع الأذان، ولو كان جنباً، أو كانت حائضاً أو نفساء

Menjawab muadzin dianjurkan bagi setiap orang yang mendengar adzan, meskipun dalam keadaan junub, atau perempuan dalam keadaan haid atau nifas.

Begitu juga dianjurkan menjawab adzan ketika kita sedang rebahan atau tiduran. Menjawab adzan sambil rebahan tidak makruh. Oleh karena itu, jika kita mendengar dalam keadaan sedang rebahan, maka kita dianjurkan untuk menjawabnya dan tidak perlu bangkit untuk duduk atau berdiri.

Hal ini karena menjawab adzan dianjurkan dalam keadaan seperti apapun, baik dalam keadaan duduk, berdiri, sambil berjalan, atau sambil rebahan. Menjawab adzan sambil berdiri, duduk, berjalan, atau rebahan hukumnya sama, yaitu sama-sama diperbolehkan dan dianjurkan.

Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Al-Suyuthi dalam kitab Al-Hawi li Al-Fatawa berikut;

فَيَجُوزُ لِلسَّامِعِ إِذَا كَانَ قَائِمًا أَنْ يَجْلِسَ، وَإِذَا كَانَ جَالِسًا أَنْ يَضْطَجِعَ، وَإِذَا كَانَ مُضْطَجِعًا أَنْ يَسْتَمِرَّ عَلَى الِاضْطِجَاعِ وَيُجِيبَ الْمُؤَذِّنَ حَالَ الِاضْطِجَاعِ، وَلَا يُكْرَهُ لَهُ ذَلِكَ ; لِأَنَّهُ لَمْ يَرِدْ فِيهِ نَهْيٌ، وَالْكَرَاهَةُ تَحْتَاجُ إِلَى دَلِيلٍ مِنْ نَهْيٍ خَاصٍّ

Maka boleh bagi orang yang mendengar adzan jika sedang berdiri untuk duduk, jika sedang duduk untuk tidur rebahan, jika sedang rebahan untuk tetap terus rebahan dan menjawab muadzin dalam keadaan rebahan, dan hal itu tidak dimakruhkan. Karena tidak ada larangan dalam hal itu, dan kemakruhan membutuhkan dalil larangan khusus.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here