Meniup Tempat Sujud Karena Kotor Saat Shalat, Batalkah?

0
748

BincangSyariah.Com – Pada saat kita hendak melakukan sujud dalam shalat, kadang kita meniup tempat sujud tersebut karena kelihatan kotor dan ada debunya. Bagaimana hukum meniup debu atau lainnya ketika sedang melaksanakan shalat?

Meniup debu ketika hendak sujud atau lainnya hukumnya adalah makruh. Kita tidak diperkenankan meniup benda apapun pada saat shalat. Bahkan jika menimbulkan dua huruf, seperti “uf” dan “tuf”, maka shalatnya batal.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ berikut;

في مذاهبهم في النفخ في الصلاة مذهبنا أنه إن كان منه حرفان وهو عامد عالم بتحريمه بطلت صلاته وإلا فلا ، وبه قال مالك وأبو حنيفة ومحمد وأحمد

“Pendapat ulama terkait meniup dalam shalat. Pendapat kami (ulama Syafiiyah), jika tiupan tersebut menimbulkan dua huruf dan dia sengaja dan tahu atas keharamannya, maka shalatnya batal. Jika tidak sengaja dan tidak tahu atas keharamannya, maka shalatnya tidak batal. Ini adalah pendapat Imam Malik, Abu Hanifah, Muhammad bin Idris (Imam Syafii) dan Imam Ahmad.”

Bahkan sebagian ulama, seperti Sufyan al-Tsauri dan ulama Kufah, mengatakan bahwa jika seseorang meniup dalam shalat, maka dia harus mengulangi shalatnya. Ini menunjukkan bahwa meniup dalam shalat meskipun dengan tujuan membersihkan tempat sujud tidak dibolehkan, bahkan bisa membatalkan shalat. Dalam kitab Tuhfatul Ahwazi disebutkan sebagai berikut;

فقال بعضهم إن نفخ في الصلاة استقبل الصلاة  أي استأنف  وهو قول سفيان الثوري وأهل الكوفة

“Sebagian ulama berkata, ‘Jika seseorang meniup dalam shalat, maka dia harus mengulangi shalatnya.’ Ini adalah pendapat Sufyan al-Tsauri dan ulama Kufah.”

Selain itu, terdapat beberapa riwayat yang melarang meniup dalam shalat. Di antaranya adalah hadis riwat Imam Thabrani dari Zaid bin Tsabit, dia berkata;

Baca Juga :  Tujuh Kondisi Boleh Menghentikan Shalat

نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن النفخ في السجود وعن النفخ في الشراب

“Nabi Saw melarang meniup dalam sujud dan meniup dalam minuman.”

Dalam kitab Mughnil Muhtaj disebutkan bahwa meniup dalam shalat hukumnya makruh karena dianggap sebagai perbuatan main-main. Khatib al-Syarbini berkata;

قال في المجموع : ويكره التثاؤب في غير الصلاة أيضا ، ويكره النفخ لأنه عبث ومسح الحصى ونحوه حيث يسجد

“Imam Nawawi berkata dalam kitab al-Majmu, ‘Makruh juga menguap di luar shalat, dan makruh meniup dan mengusap debu atau lainnya ketika hendak sujud.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here