Bolehkah Mengumandangkan Azan di Luar Waktu Shalat? Ini Penjelasannya

6
4286

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, azan sudah lazim setiap hari berkumandang setiap memasuki waktu shalat fardhu atau wajib yang lima waktu. Kesemuanya berkumandang menggunakan alat bantu pengeras suara (speaker) sehingga umat muslim terbantu untuk mengetahui waktu shalat. Namun ada yang unik di beberapa daerah, di mana azan bukan hanya dikumandangkan pada waktu shalat wajib saja, melainkan juga dikumandangankan di akhir malam sebelum memasuki waktu shalat subuh selain pembacaan tarhim.

Menanggapi hal ini, bagaimana hukum mengumandangkan azan di luar waktu shalat?

Dalam kitab Al Adzkar karya Imam Jalaluddin As Suyuthi dijelaskan;

ولا يصح الأذان إلا بعد دخول وقت الصلاة إلا الصبح فإنه يجوز الأذان لها قبل دخول الوقتواختلف فى الوقت الذي يجوز فيه والأصح أنه يجوز بعد نصف اليل وقيل : عد السحرو وقيل: فى جميع الليل, وليس بشيء, وقيل: بعد ثلثي الأول, والمختار الأول

“Dan tidak sah mengumandangkan azan kecuali setelah memasuki waktu shalat kecuali pada waktu shalat subuh. Sesungguhnya mengumandangkan azan sebelum memasuki waktu shalat subuh itu boleh sebagai persiapan memasuki waktu shalat subuh. Akan tetapi, waktu diperbolehkannya menurut para ulama berbeda-beda, dan yang paling benar adalah setelah sepersetengah malam. Pendapat lain mengatakan: ketika waktu sahur atau beberapa saat sebelum memasuki waktu shalat subuh, dan ada yang berpendapat : sepanjang malam atau setelah waktu shalat isya. Dan pendapat terakhir: setelah sepertiga malam. Dan pendapat yang terpilh dan mendekati kebenaran adalah pendapat yang pertama.”

Setelah melihat penjelasan dari kitab tersebut, bisa disimpulkan bahwa hukum mengumandangkan azan itu tidak diperbolehkan di luar waktu shalat kecuali sebelum memasuki waktu shalat subuh sebagai pertanda persiapan memasuki waktu shalat subuh tersebut.

Baca Juga :  Sahkah Shalat di Atas Spring Bed?

Adapun waktunya berbeda-beda. Ada berpendapat setelah sepersetengah malam, ketika waktu sahur, sepanjang malam dan sepertiga malam. Dan pendapat yang dipilih adalah sepersetengah malam.

Namun yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan masyakarat baik muslim ataupun non-muslim yang tinggal sekitar masjid. Jika terganggu, lebih baik adzan tersebut dikumandangkan menjelang akhir malam beberapa menit sebelum waktu salat subuh saja. Dan yang lebih baik lagi, tidak dikumandangkan, sebab azan tersebut hukumnya hanyalah boleh atau mubah. Dan suatu yang bersifat mubah, boleh ditinggalkan ketika menimbulkan kemudaratan berupa kegaduhan karena terkesan mengganggu waktu istirahat.

Wallahu ‘Alam bi As Showab  

6 KOMENTAR

  1. Kalau tidak menguasai masalah baik syariah dsb, jangan sok2an mengisi rubrik, sbb semua akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.

  2. maksud ente apaan? Lah timbang buat konten gak jelas dimedsos kan mending buat rubrik pengetahuan agama, bicara ente udah kayak positif masuk syurga aja. . . Kalo suka,baca. Kagak suka, tutup.. Cetek bener ente punya akal. . .

  3. Suami saya sering latihan adzan sampai saya lagi sholat pun ia suka adzan kadang saya merasa jadi kurang fokus sholat karna suami turut mengumandangkan adzan saat itu. Bagaimana solusinya dan apa ada dalilnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here