Hukum Mengumandangkan Adzan dan Iqamah Saat Menguburkan Jenazah

0
1911

BincangSyariah.Com – Di kalangan masyarakat muslim Indonesia, adzan dan iqamah tidak hanya dikumandangkan untuk menandai masuknya waktu shalat wajib. Namun banyak hal-hal tertentu yang juga didahului adzan dan iqamah, di antaranya adalah ketika hendak menguburkan jenazah. Sebenarnya, bagaimana hukum mengumandangkan adzan dan iqamah ketika hendak menguburkan jenazah? (Baca: Anjuran Adzan dan Iqamat pada Telinga Bayi yang Baru Lahir)

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah disebutkan bahwa mengumandangkan adzan dan iqamah pada saat hendak menguburkan jenazah adalah sunnah. Menurut ulama Syafiiyah, adzan dan iqamah tidak hanya dianjurkan ketika masuk waktu shalat atau hendak melaksanakan shalat saja, namun juga dianjurkan dalam hal-hal lainnya seperti hendak menguburkan jenazah, ketika terjadi kebakaran dan lainnya.

Bahkan menurut ulama Syafiiyah, selain dikumandangkan untuk menandai masuknya waktu shalat wajib, ada dua belas perkara yang disunnahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah. Yaitu, pada telinga bayi baru lahir, pada telinga orang yang sedang kesusahan, di belakang orang hendak bepergian, ketika terjadi kebakaran, ketika terjadi serdadu sedang berkecamuk dalam perang, ketika ada gangguan jin, ketika tersesat dalam perjalanan, pada telinga orang yang kesurupan, ketika marah, pada telinga orang atau hewan yang sangat nakal, juga ketika hendak menguburkan jenazah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

شرع الأذان أصلا للإعلام بالصلاة إلا أنه قد يسن الأذان لغير الصلاة تبركا واستئناسا أو إزالة لهم طارئ والذين توسعوا في ذكر ذلك هم فقهاء الشافعية فقالوا : يسن الأذان في أذن المولود حين يولد ، وفي أذن المهموم فإنه يزيل الهم ، وخلف المسافر ، ووقت الحريق ، وعند مزدحم الجيش ، وعند تغول الغيلان وعند الضلال في السفر ، وللمصروع ، والغضبان ، ومن ساء خلقه من إنسان أو بهيمة ، وعند إنزال الميت القبر قياسا على أول خروجه إلى الدنيا

Baca Juga :  Hukum Menghibahkan Daging Kurban untuk Fakir Miskin

Pada dasarnya, adzan disyariatkan untuk memberitahu masuknya waktu shalat, akan tetapi terkadang adzan disunnahkan untuk selain shalat karena untuk mengambil berkah dan untuk menghilangkan kesusahan yang datang. Ulama yang banyak membahas hal itu adalah ulama Syafiiyah. Mereka berkata, ‘Adzan disunnahkan untuk dikumandangkan pada telinga bayi yang baru lahir, pada telinga orang kesusahan agar kesusahannya hilang, di belakang orang yang bepergian, ketika terjadi kebakaran, ketika serdadu berdesak-desakan, ketika ada gangguan jin, ketika tersesat dalam perjalanan, pada orang yang kesurupan, ketika marah, pada orang atau hewan yang jelek perangainya, dan ketika menurunkan jenazah ke dalam kubur karena disamakan dengan pertama kalinya keluar ke alam dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here