Hukum Mengulang Shalat Taubat di Hari yang Sama

0
4909

BincangSyariah.Com – Bagaimana hukum mengulang shalat taubat di hari yang sama karena telah mengulang perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah?

Ketika kita melakukan perbuatan dosa dan maksiat, baik disengaja atau tidak, maka kita disunnahkan untuk mandi taubat dan kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan shalat taubat. Ini dilakukan sebagai bentuk dan cara kita bertaubat kepada Allah atas dosa dan maksiat yang telah kita lakukan.

Anjuran mandi taubat dan melaksanakan shalat taubat ini berlaku setiap kali kita melakukan dosa dan maksiat kepada Allah. Karena itu, jika kita berbuat dosa kepada Allah dalam sehari sebanyak dua kali, misalnya, maka kita dianjurkan untuk mandi taubat dan melaksanakan shalat taubat sebanyak dua kali juga. Sehingga mengulang mandi taubat dan shalat taubat di hari yang sama diperbolehkan sesuai dengan pengulangan dosa yang telah kita lakukan.

Hal ini karena shalat taubat merupakan shalat yang dianjurkan karena sebab perbuatan dosa. Sehingga setiap kita melakukan dosa dan maksiat, maka kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat taubat, meskipun lebih sekali dalam sehari.

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Bakar Al-Shiddiq, dia berkata;

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ثُمَّ قَرَأَهَذِهِ الْآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِم وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اللهُ

Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa, kemudian ia berdiri bersuci dan shalat, lalu ia meminta ampun kepada Allah kecuali Allah pasti akan mengampuninya. Kemudian beliau membaca ayat ini: ‘Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa mereka kecuali Allah.’

Melalui hadis ini, Ibnu Taimiyah menganjurkan bagi setiap orang yang melakukan dosa untuk segara bertaubat dengan melakukan shalat taubat dua rakaat, meskipun itu diulang dalam sehari dua kali atau lebih. Beliau berkata dalam kitab Majmu’ul Fatawa sebagai berikut;

وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ

Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat). Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua rakaat. Lalu ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadis Abu Bakr Al-Shiddiq.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here