Bolehkah Mengqadha Puasa Asyura karena Haid?

0
52

BincangSyariah.Com – Di antara puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan adalah puasa Asyura, yaitu puasa sunnah pada tanggal 10 bulan Muharram. Laki-laki maupun perempuan dianjurkan untuk melakukan puasa Asyura ini. Hanya saja, kadang ada sebagian perempuan yang tidak bisa berpuasa karena sedang haid. Apakah boleh puasa Asyura ini diqadha karena haid?

Bagi orang yang tidak bisa melakukan puasa Asyura pada tanggal 10 bulan Muharram, baik karena haid atau karena uzur seperti sakit dan lainnya, maka dia boleh mengganti puasa Asyura tersebut di hari yang lain.

Bagi perempuan yang haid pada tanggal 10 bulan Muharram sehingga ia tidak bisa berpuasa Asyura, maka ia boleh mengqadhanya setelah ia suci. Begitu juga bagi yang sedang uzur, ia boleh mengqadhanya setelah uzurnya hilang.

Kebolehan mengqadha puasa Asyura ini berdasarkan keterangan yang disebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

رجح في التحفة كالقلائد و أبي مخرمة ندب قضاء عاشوراء و غيره من الصوم الراتب إذا فاته تبعا لجماعة

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Tuhfah, sebagaimana dalam kitab Al-Qalaid dan Abi Makhramah, mengunggulkan kesunnahan mengqadha puasa Asyura dan puasa sunah lainnya jika seseorang tertinggal melakukannya, karena mengikuti pendapat sekolompok ulama.

Dengan demikian, jika seseorang tidak melakukan puasa Asyura pada tanggal 10 bulan Muharram, baik karena haid atau karena uzur, maka dia boleh mengqadhanya di hari yang lain.

Baca Juga :  Jin Senang Memakan Darah Haid, Benarkah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here