Menggabungkan Niat Akikah dan Kurban, Bolehkah?

0
742

BincangSyariah.Com – Dalam kaidah fikih disebutkan bahwa jika terdapat dua ibadah dari jenis yang sama dan memiliki tujuan yang tidak berbeda, maka kedua niat ibadah tersebut boleh digabungkan dengan satu amalan ibadah saja.

Misal puasa pada hari Kamis dengan niat puasa Syawal, maka hukumnya boleh karena kedua ibadah tersebut jenisnya sama dan tidak memiliki tujuan yang berbeda. Dalam kaidah fikih, hal ini disebut dengan tasyrik fin niyah atau tadkhulun niyah, menggabungkan niat.

Apakah boleh menyembelih satu hewan untuk kurban dan akikah? Apakah niat kurban dan akikah boleh digabungkan?

Ulama fiqih berbeda pandangan dalam menyikapi masalah ini. Imam Ibnu Hajar Alhaitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj mengatakan bahwa niat kurban dan akikah tidak boleh digabungkan dalam satu amalan saja.

Hal ini karena meski jenis dan praktik keduanya sama, yaitu sama-sama menyembelih hewan, namun tujuan keduanya berbeda. Kurban bertujuan untuk mensyukuri nikmat hidup, sementara akikah untuk mensyukuri kelahiran anak. Jika keduanya digabungkan, maka hanya mendapat pahala salah satunya saja.

وظاهر كلام الاصحاب انه لو نوى بشاة الاضحية والعقيقة لم تحصل واحدة منهما وهو ظاهر لان كلا منهما سنة مقصودة

“Perkataan yang jelas dari Ashab (ulama Syafiiyah), bahwa jika seseorang menyembelih satu ekor kambing dengan niat kurban dan akikah, maka pahala salah satunya tidak diperoleh. Hal ini sudah jelas karena keduanya sama-sama dituntut untuk dilakukan.”

Adapun menurut Imam Hasan Al Basri bahwa kurban dan akikah boleh digabung dengan hanya menyembelih satu ekor hewan saja. Dengan demikian, orang yang belum akikah kemudian dia berkurban, maka kurbannya tersebut sudah cukup tanpa perlu melakukan akikah di kemudian hari.

Baca Juga :  Tata-cara Pelaksanaan Akikah Sesuai Tuntunan Nabi Saw.

Salah satu hujah yang dikemukakan Imam Hasan Al Basri adalah karena kurban dan akikah memiliki kesamaan jenis dan tujuan, yaitu menyembelih hewan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga niat keduanya bisa digabung dan disatukan dalam satu amalan ibadah saja. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dalam kitab Almushannaf sebagai berikut;

عن الحسن قال: اذا ضحوا عن الغلام فقد اجزأت عنه عن العقيقة

“Dari Imam Hasan Albasri, dia berkata; ‘Jika mereka berkurban untuk anaknya, maka kurbannya tersebut sudah cukup tanpa perlu mengakikahi lagi.”

Dari uraian di atas, jika mengikuti mengikuti pendapat Imam Hasan Albasri, maka kurban dan akikah boleh digabung dengan hanya menyembelih satu ekor hewan, serta mendapatkan dua pahala sekaligus. Sementara itu, menurut Imam Ibnu Hajar Alhaitami, jika keduanya digabung maka hanya mendapat pahala salah satunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here