Mengenal Makharijul Huruf Bahasa Arab

1
12040

BincangSyariah.Com – Makharijul Huruf adalah istilah untuk menyebut posisi-posisi di dalam mulut dan lidah untuk dapat menyebut huruf-huruf dalam bahasa Arab. Sebenarnya ini jelas berlaku juga untuk bahasa-bahasa lain, tapi fokus tulisan hanya akan kepada bahasa Arab.

Istilah Makharijul Huruf (Transliterasi Arab: Makhaarij al-Huruuf) ini terdiri atas dua kata, yaitu makhaarij bentuk jamak dari kata makhraj (arab: mim-kha’-ra’-jim) yang berarti tempat keluar. Kemudian kata huruuf bentuk jamak dari harf. Dengan memahami dan mengamalkan Makharij al-Huruf dengan baik, kita dapat melafalkan semua kata-kata yang tersusun dari huruf Arab dengan benar. Huruf Arab yang dimaksud adalah huruf hijaiyah (al-Huruuf al-Hijaaiyyah) yang berjumlah 28 huruf, 29, atau 30 huruf. Di lain kesempatan akan dibahas mengapa ada tiga pendapat berapa jumlah huruf hijaiyah.

Makharijul Huruf serta nanti akan dibahas juga sifat-sifat huruf, adalah diantara ilmu yang paling dasar dibutuhkan untuk bisa melafalkan bahasa Arab dengan baik, termasuk diantaranya Al-Qur’an. Khusus Al-Qur’an, membacanya dnegan makharijul huruf, sifat al-Huruf dan nanti hukum-hukum tajwid hukumnya wajib. Maka bagi yang belum merasa baik, ia diharuskan untuk berusaha sebisa mungkin mencari guru. Basis dalilnya diantaranya adalah ayat Al-Qur’an Surat al-Muzammil: 4,

ورتّل القرآن ترتيلا

Dan bacalah Al-Qur’an secara tartil

Tartil yang dimaksud secara bahasa adalah baik atau bagus. Maka ini sesuai dengan maksud ayat ini dimana membaca Al-Qur’an secara tartil maksudnya membacanya sesuai dengan kaidah makharijul huruf, sifat huruf, dan ilmu tajwid yang berlaku agar terdengar baik, dan benar.

Makharijul Huruf sendiri terdiri atas 17 posisi di dalam sekitar anggota mulut.  Di tujuh belas posisi tersbut tersebar huruf-huruf hijaiyah sah untuk dibaca. Ada yang di pangkal tenggorokan sampai ujung bibir. Berikut ini saya coba membuat tulisannya.

Pertama, al-Jauf (rongga mulut). Huruf hijaiyyah yang bisa dibaca pada posisi tersebut adalah, alif, waw, dan qaf

Kedua, al-Halq (tengggorokan). Ada beberapa huruf pada penjelasan ini posisi ini. Karena al-Halq dibagi menjadi tiga, dari yang paling dekat dengan lisan sampai paling dalam di akhir tenggorokan.

  • Aqsha al-Halq (pangkal tenggorokan), huruf yang dibaca adalah ha’ (sering disebut ha’ besar)
  • Wasathu al-Halq (tengah tenggorokan), huruf yang dibaca adalah ha’ dan ‘ayn.
  • ‘Adna l-Halq (ujung tenggorokan0), huruf yang dibaca adalah kho’ dan ghoyn.

Ketiga, al-Lisan (lidah). Ada beberapa pembagian disini,

  • Qof , tempat keluarnya berasal dari pangkal lidah yang berdekatan dengan tenggorokan dan ditekankan ke langit-langit mulut
  • Kaf (seperti dalam kata: kitaabun, buku), tempat keluarnya juga dari pangkal lidah dan ditekankan di langit-langit mulut bagian tengah
  • Jim, Syin, dan Ya’, ketiganya berasal dari pelafalan dai tengah-tengah lidah. Ketiga huruf tersebut, jika belum berharakat (fathah, kasrah, dhommah), membacanya akan keluar udara dari sisi kanan dan kiri lidah dan seperti melafalkan “sssshhh” untuk mendiamkan suara yang berisik atau mengusir binatang.
  • Dhod’ (seperti dalam kata wa laa ad-dholliin). Ia berasal di pangkal tepi lidah kiri dan kanan, dan bertepatan di atas gigi geraham.
  • Lam (seperti dalam kata lakum diinukum). Hurufnya berasal dari ujung tepi lidah dan lidah ditempatkan ujung langit-langit mulut atas.
  • Keluarnya berasal dari ujung lidah dan lidah ditelakkan langit-langit mulut atas, tapi sedikit ke tengah.
  • Ra’/Ro’, keluarnya dari ujung lidah, ditempat di langit mulut-mulut atas, dan lidahnya bergetar.
  • Dal, Ta’, dan Tho’, keluarnya dari ujung lidah yang sedikit dijepit antara dua gigi seri atas dan bawah
  • Shod, Sin, dan Zay, keluarnya tepat di ujung lidah dan bertepat di antara gigi seri atas dan bawah.
  • Tsa’, Dza’, dan Zho’, keluarnya berasal dari ujung lidah dan bertepatan di gigi seri bagian atas.

Keempat, as-Syafatain (dua bibir). Ada dua pembagian pelafalan disini,

  • Fa’ (seperti dalam kalimat fa bi fadhlillah wa rahmatihi), keluarnya berasal dari bibir bawah yang bersinggungan dengan ujung gigi seri atas. Seperti orang mau meniup yang suaranya berbunyi, “Fuuuh…”.
  • Mim, Ba’, dan Waw, keluarnya berasal dari pertemuan bibir atas dan bibir bawah.

Kelima, al-Khaisyum (saluran hidung). Disebut demikian karena beberapa pelafalan huruf atau saat diberi harakat tertentu, jika saluran hidung ini ditutup (menutup dua lubang hidung) maka pelafalannya tidak terdengar jelas. Huruf-hurufnya adalah nun dan mim.

Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here