Mengenal Dua Jenis Najis Menurut Fikih

4
3118

BincangSyariah.Com – Suci dari najis adalah syarat sahnya salat. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan salat, maka wajib memastikan terlebih dahulu badannya, pakaiannya, dan tempat yang digunakan untuk salat suci dari najis. Lalu apa sajakah jenis najis menurut fikih itu?

Jenis najis menurut hukum fikih itu ada dua. Najis ainiyah dan najis hukmiyah. Sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Al-Syafii

Najis ainiyah adalah setiap najis yang masih terlihat secara jelas bentuk dan bendanya. Serta najisnya masih memiliki sifat yang jelas baik warnanya atau baunya, seperti kotoran, air kencing, dan darah.

Sementara itu, najis hukmiyah adalah setiap najis yang sudah mengering atau hilang bekasnya. Sehingga ia tidak terlihat bekas najisnya sama sekali, baik warna, bau atau rasanya sudah tidak ada lagi. Seperti air kencing yang terkena di baju kemudian mengering, sehingga tidak tampak bekasnya sama sekali. Maka, najis yang sudah tidak terlihat bekasnya, tetapi secara hukumnya masih ada dan belum disucikan adalah dinamakan najis hukmiyah.

Demikianlah penjelasan tentang dua jenis najis menurut fikih. Yakni jika masih terlihat benda najisnya, bau, warna atau rasanya, maka disebut najis ainiyah. Jika sudah hilang bendanya, baik bau, warna atau rasanya, maka disebut najis hukmiyah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Baca Juga :  Waktu Terbaik Tidur Siang (Qailulah) Menurut Ulama Fiqh

4 KOMENTAR

  1. Hanya ingin bertanya.
    Bagaimana jika kita memperbaiki tambal ban motor yg bocor ..sementara kita ragu kepada tukang tambal ban itu..apakah dia pelihara anjing..dan jangan jangan pasti dia habis pegang anjing…bagaimana jatuhnya pak ustadz..apakah stang motor kita dan motor kita kena najis anjing. Krna keraguan kita kita jangan jangan tukang tambal ini habis pegang anjing dan pelihara anjing. Sementara kita tidak tahu apakah dia pelihara atau tidak

  2. Hanya ingin bertanya.
    Bagaimana jika kita memperbaiki tambal ban motor yg bocor ..sementara kita ragu kepada tukang tambal ban itu..apakah dia pelihara anjing..dan jangan jangan pasti dia habis pegang anjing…bagaimana jatuhnya pak ustadz..apakah stang motor kita dan motor kita kena najis anjing. Krna keraguan kita kita jangan jangan tukang tambal ini habis pegang anjing dan pelihara anjing. Sementara kita tidak tahu apakah dia pelihara atau tidak

  3. @Ridha yanti: selama Anda tdk melihat najis yg tampak (ainiyah) mk dihukumi suci saja. Kecuali Anda melihat langsung najis itu mk dihukumi najis.
    Krn kita tdk tau yg telah terjadi dan apa yg akan terjadi.

  4. @Ridha yanti: selama Anda tdk melihat najis yg tampak (ainiyah) mk dihukumi suci saja. Kecuali Anda melihat langsung najis itu mk dihukumi najis.
    Krn kita tdk tau yg telah terjadi dan apa yg akan terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here